MEMBANDEL! PETUGAS ANCAM BONGKAR PAKSA TI RAJUK TANJUNG RATU

  • Whatsapp

img-20161026-00033 img20161026111143 img20161026115040 img20161026114203

KABARBANGKA.COM — Puluhan petugas gabungan dari Polres Bangka, Polsek Sungailiat, Satpol PP, dan Dinas Kehutanan Kabupaten Bangka, mengancam akan membongkar paksa ponton dan peralatan tambang TI Rajuk yang menambang timah secara ilegal, dipesisir pantai Dusun Tanjung Ratu, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Rabu (26/10/2016) siang.

Bacaan Lainnya

Nampak 1 unit alat berat jenis Excavator Merk KOBELCO warna hijau, juga disiapkan untuk membongkar paksa ponton dan peralatan tambang ilegal tersebut.

Pembongkaran paksa terhadap TI Rajuk ilegal tersebut, lantaran terus membandel setelah dihimbau petugas untuk membongkar ponton dan peralatan tambangnya, saat penertiban yang dilaksanakan, Senin (24/10/2016) siang.

Saat itu, Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana, melalui Kabag Ops KOMPOL Ridwan Raja Dewa yang memimpin penertiban, meminta agar para penambang membongkar sendiri ponton dan peralatan tambangnya.

Namun faktanya, entah karena membandel atau sengaja menantang petugas, para penambang tetap bekerja dan seakan tidak mengindahkan himbauan petugas.

KOMPOL Ridwan Raja Dewa, seizin Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana mengatakan, bahwa penindakan yang dilakukan hari ini, Rabu (26/10/2016) pagi, merupakan razia gabungan dari Polres Bangka, Polsek Sungailiat, Satpol PP, Dinas Kehutanan, dan dihadiri oleh perangkat desa setempat.

“Iya, kegiatan hari ini kita menertibkan tambang-tambang ilegal di Dusun Tanjung Ratu, Desa Rebo. Yang sebelumnya kita sudah memberikan peringatan kepada masyarakat, supaya menghentikan aktivitasnya sebelum izinnya keluar. Namun beberapa dari masyarakat tadi menyampaikan, mereka lagi ngurus izin. Lokasi ini memang masuk dalam IUP PT Timah, tapi izinnya masih belum keluar, masih dalam proses. Jadi, sebelum terbitnya izin, tidak boleh bekerja. Nanti setelah keluar izin, baru bisa bekerja” jelas KOMPOL Ridwan Raja Dewa.

Kabag Ops Polres Bangka itu menambahkan, kegiatan penertiban TI Rajuk Tanjung Ratu kali ini, dilakukan oleh Tim Gabungan dari Satpol PP dan Dinas Kehutanan, juga dihadiri Perangkat Desa Rebo.

“Tadi semua perangkat dari Satpol PP, Kepala Desa Rebo, dan juga Kepala Dusun bersama-sama tadi. Dan dari Dinas Kehutanan tadi sudah melakukan pengecekan, bersama-sama melakukan penertiban tersebut” terangnya.

Disinggung apa yang akan dilakukan petugas, terhadap para penambang?

“Hari ini kita memaksa penambang, untuk sekarang juga membongkar peralatan tambangnya. Apabila mereka tidak mau membongkar, maka dari pihak aparat yang akan membongkar” tegasnya.

Disampaikan oleh Kabag Ops, bahwa pihaknya sudah mempersiapkan alat berat untuk membongkar peralatan tambang dilokasi tersebut, apabila penambang tidak mau membongkar sendiri ponton dan peralatan tambangnya.

“Kita sudah mempersiapkan alat berat, apabila masyarakat penambang ini tidak melakukan apa yang sudah diperintahkan, untuk menghentikan aktivitas dan membongkar seluruh peralatan tambangnya, maka kita yang akan melakukan pembongkaran” tundasnya.

Kades Rebo, Fendi SH, membenarkan adanya perusahaan Mitra PT Timah yang sedang mengurus perizinan, agar masyarakat bisa menambang secara legal.

“Iya, memang sedang diurus izinnya. Tapi izinnya belum keluar, dan mereka tidak bisa bekerja” kata Fendi.

Terkait razia yang dilakukan petugas, Fendi menyerahkan sepenuhnya kepada aparat yang berwenang.n sesuai aturan yang berlaku.

“Intinya, serahkan kepada aparat yang berwenanglah, ada kepolisian dan Satpol PP, sesuai dengan aturanlah” pungkasnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan