Menariknya Idul Adha Di Bumi Serumpun Sebalai

  • Whatsapp

KABARBANGKA. COM—- Di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) banyak hal menarik terjadi saat lebaran Idul Adha. Selain suasana kemeriahannya seperti hari raya Idul Fitri, prosesi penyembelihan hewan kurban pun sendiri bak jadi hiburan tersendiri bagi masyarakat.

Namun ternyata menariknya Idul Adha di Negeri Serumpun Sebalai ini tidak hanya berhenti sampai disitu saja, karena usai menerima daging kurban dari panita yang ada dimasjid masjid, keesokan harinya sejak dinihari penggilingan daging mulai ramai dipadati masyarakat.

Bacaan Lainnya

Salah satu pengelola penggilingan Daging yang berlokasi di Pasar Ratu Tunggal Kota Pangkalpinang, Ahok mengatakan ramainya antusias masyarakat untuk menggiling daging sapi saat lebaran Idul Adha bukanlah hal baru bagi dirinya sejek empat tahun lalu.

” Pekerjaan dadakan ini bukanlah hal baru yang kami lakukan, namun seperti sudah menjadi agenda rutin setiap tahun pak, ” ungkap ahok sembari tertawa lepas, Minggu(03/08/2017).

Lebih lanjut Ahok mengatakan pada hari biasanya dia mulai membuka toko penggilingan daging memang pukul 03.00 wib dinihari dan tutup pukul 08.00 wib.

” Biasa kita buka jam tiga, namun karena suasana sekarang kita buka lebih awal dan itu juga sudah ramai mengantri, kalau tutup sih biasanya jam delapan, tetapi karena ramai kita batasi sampai jam sebelas kalau tidak dibatasi maka sampai malampun masih ada yang menggiling daging, ” jelasnya.

Selanjutnya dirinya menyebutkan suasana seperti sekarang tentu berpengaruh dengan pendapatan usaha miliknya.

” Kalau momen ini biasanya keuntungan kita meningkat pak menjadi dua kali lipat, ” pungkasnya.

Sementara itu salah satu masyarakat Kota Pangkalpinang, Rina yang sedang menganteri untuk menggunakan jasa penggilingan ketika diwawancarai wartawan mengatakan dirinya telah menganteri sejak pukul 05.00 wib untuk menggiling daging.

” Lumayanlah bang anteri e, soal e lah dari jam lima tadi kami anteri untuk giling daging kurban ne untuk dibuat bakso,” ujarnya.

Menurut pengakuannya, daging kurban yang didapatkannya lumayan banyak jadi sebagian dia gunakan untuk membuat bakso.

” Daging e lumayan banyak dapet e bang, jadi sebagian kami giling, soal e takut mubazir dan juga rencana e bakso ne pacak dihidangkan untuk tamu yang datang bersilahturahmi kerumah ” pungkasnya.

Reporter : Eko Septianto Rasyim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan