Menguak Modus Penipuan Online Via Aplikasi MiChat

  • Whatsapp

PANGKALPINANG — Kecanggihan teknologi sering kali disalahgunakan. Belakangan tersiar kabar, bahwa banyak modus penipuan online via aplikasi MiChat, salah satu aplikasi untuk komunikasi yang tersedia di Google Play Store.

Bacaan Lainnya

Berikut fakta modus operandi yang berhasil dihimpun, berdasarkan penelusuran redaksi melalui aplikasi MiChat tersebut.

1. Gunakan Gambar Model Cantik

Bermodalkan gambar model cantik yang dipasang sebagai foto pada akun ladies, para pelaku berupaya menggaet calon korbannya. Setelah berkenalan dan negosiasi, si calon korban diwajibkan membayar Down Payment (DP), sekian persen dari harga Boking Order (BO) yang sudah disepakati.

Calon korbannya diberikan nomor rekening bank, yang namanya tidak sama dengan nama ladies si pemilik akun. Dan pastinya bukanlah rekening si ladies. Setelah uang DP ditrasfer, spontan akun itu akan menghilang. Ada yang langsung memblokir akun si korban, ada juga yang langsung ganti akun baru.

Calon korbannya dijanjikan mendapat Voucher Boking Member, yang disebut sebagai bukti bahwa sudah jadi pelanggan ladies. Namun waspadalah, itu hanya modus penipuan!

2. Diduga Jaringan Penipuan Terorganisir

Modus penipuan online via aplikasi MiChat, diduga memiliki jaringan terorganisir. Pola yang mereka lakukan sangat rapi, dan hampir tanpa jejak. Namun redaksi media ini berhasil masuk ke dalam jaringan tersebut, meski harus merogoh kocek cukup dalam.

Belum lama ini penulis berkenalan di MiChat, dengan akun ladies dengan nama Vanessa Lie. Saat itu disepakati harga BO sebesar Rp 1.200.000 untuk BO Long Time, lalu diminta transfer DP sebesar Rp 225.000 ke rekening bank yang dikirim si Vanessa. Sisanya, disepakati akan dibayar cash setelah sampai di kamar salah satu hotel ternama di Kota Pangkalpinang.

Lalu seiring berjalannya waktu, dengan alasan gawai miliknya drop, Vanessa meminta nomor WhatsApp untuk komunikasi lebih lanjut.

Setelah diberikan nomor WA, tetiba seseorang yang mengaku sebagai Admin Vanessa melakukan chating. Orang itu lalu mengarahkan untuk mentrasfer sejumlah uang ke rekening yang berbeda, dengan berbagai alasan.

Dikatakannya, uang itu untuk jaminan gono-gini, termasuk biaya keamanan hotel. Dan akan dikembalikan setelah selesai BO dengan si ladies, Vanessa Lie tentunya.

Namun jangan mudah percaya! Karena semakin dituruti, akan ada banyak biaya-biaya lain yang harus dibayar oleh korban. Dengan meyakinkan, bahwa uang itu akan dikembalikan semua setelah BO, kecuali biaya BO dengan si ladies.

Komitmen awal dengan si ladies, bahwa sisa uang akan dibayar cash setelah sampai di kamar hotel, jadi terlupakan. Alhasil, si ladies Vanessa raib entah kemana? Uang sudah terlanjur melayang.

3. Modus DP Isi Pulsa

Modus ini tidak terlalu menguras isi dompet, karena si ladies hanya meminta diisikan pulsa ke nomor handphone miliknya, rata-rata dikisaran Rp 100.000 – Rp 200.000.

Setelah disepakati harga BO, lalu si ladies yang mengaku bernama Tasya meminta transfer jumlah DP yang sudah disepakati. Penulis beralasan tidak punya Kartu ATM dan rekening bank, sehingga Tasya lalu meminta diisikan pulsa ke nomor handphonenya.

Setelah pulsa diisi, Tasya lalu menghilang. Akun MiChat dan Nomor WA langsung diblokir.

Nah, bagi kaum pria pemburu kenikmatan, waspadalah! Jangan mudah percaya dengan orang yang tidak dikenal. Apalagi yang bergentayangan di aplikasi MiChat. Faktanya, banyak yang modus penipuan!

4. Klarifikasi Pihak MiChat

Banyaknya pihak yang melaporkan kasus prostitusi, perselingkuhan, dan modus penipuan via aplikasi MiChat kepada admin atau pengelola aplikasi tersebut, pihak MiChat memberikan klarifikasinya.

Terpantau belum lama ini, admin atau pengelola aplikasi MiChat memberikan klarifikasinya melalui kolom komentar umpan balik pada aplikasi tersebut.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para┬ápengguna MiChat. Jika anda menemukan akun-akun demikian, silahkan gunakan fitur ‘Laporkan’ pada aplikasi MiChat, kami akan segera menanganinya. Kami akan selalu memastikan dan menghentikan apa yang menjadi ketidaknyamanan bagi pengguna,” demikian klarifikasi tersebut. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan