Menjadi Pemuda Progresif Dalam Memilih Pemimpin

  • Whatsapp
Suryan

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di beberapa daerah yang ada di Kepulauan Bangka Belitung tidak lama lagi, yakni 2018 tahun depan. Daerah yang akan menyelenggarakan pilkada tersebut adalah Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, dan Kabupaten Belitung. Aspirasi dan hak suara nantinya harus tertunaikan secara maksimal. Tua dan muda yang telah memenuhi persyaratan menjadi pemilih, termasuk pemilih pemula wajib memberikan hak suaranya.

Rencananya pilkada tersebut akan dilaksanakan tanggal 27 Juni 2018 secara serentak, bersamaan dengan 17 provinsi, termasuk Sumatera Utara, serta 154 kabupaten dan kota yang berjumlah secara keseluruhan ada 171 daerah, dikutip dari BangkaPos.com edisi Sabtu, 22 April 2017.

Bacaan Lainnya

Pemuda sebagai generasi penerus memiliki kecenderungan untuk bersikap antusias dalam menghadapi berbagai isu, baik yang terkait lansung maupun tidak langsung dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, idealisme yang terkandung dalam jiwa dan pikiran mereka memungkinkan untuk memainkan peran penting dalam keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara, karena ini mereka menjadi kelompok yang potensial untuk mendukung pembangunan.

Pemuda Progresif adalah pemuda yang berfikir di luar ‘pakem’ yang telah membudaya, berani ‘menciptakan’ atau mencoba (eksplorasi) hal-hal baru yang bermanfaat untuk keberlangsungan hidup masyarakat. Dengan kata lain, pemuda progresif adalah mereka yang mampu dan dapat berfikir kritis dalam menghadapi realitas sosial politik yang sedang terjadi (Budi Utomo, 2007 dikutip dari budiutomo79blogspot.com). Tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita atau informasi dan hal-hal yang belum pasti kebenarannya, kecuali telah dikroscek dan ditelusuri terlebih dahulu.

Berpendapat dan memberikan aspirasi tidak hanya ikut arus semata. Akan tetapi murni berdasarkan hati nurani dan realita yang sebenarnya. Cerdas dalam menilai dan kongkrit dalam bertindak, itulah ciri pemuda progresif. Terlebih dalam menentukan pilihan pemimpin untuk negeri ini dalam pilkada nanti. Memberikan hak suara bukan berdasarkan popularitas dalam publikasi media, melainkan berdasarkan pengamatan, pengakuan masyarakat, dan bukti kongkrit terhadap apa yang telah dilakukannya, serta tak lupa secara agama berada dalam garis lurus.

Seperti kutipan kata Tan Malaka untuk menggambarkan sosok pemuda, “Kebutuhan kita bukan sekedar keberanian semata, tetapi lebih pada pengetahuan revolusioner dan kecakapan mengambil sikap revolusioner”. Selamat menjadi pemuda progresif dalam menentukan pilihan di pilkada nanti.

 

Oleh: Suryan
Guru SMP Muhammadiyah Muntok/Ketua Kahmi Babar/Pemuda Muhammadiyah Babar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan