MENJAWAB SOMASI SIMPUL BABEL, DIREKTUR RSUD SUNGAILIAT BERGERAK

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Terkait pemberitaan hasil kunjungan anggota Kamisi A DPRD Bangka, tentang Pelayanan Kesehatan dan Sarana Sanitasi yang diduga kurang memadai di Rumah Sakit Umum (RSUD) Sungailiat, telah melahirkan Somasi dari SIMPUL BABEL yang diberikan kepada Direktur RSUD Sungailiat.

Bacaan Lainnya

Terkait informasi dan Somasi tersebut, Direktur RSUD Sungailiat dr. Jasminar mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan upaya perbaikan. Menurut dr. Jasmaniar, masalah gangguan Sarana Sanitasi itu terjadi, akibat kondisi bangunan ada yang lebih rendah.

“Kita sudah lakukan upaya perbaikan dan upaya optimalisasi yang terus berjalan selama ini, masalah yang timbul adalah akibat kondisi bangunan yang lebih rendah dan mengakibatkan Sarana Sanitasi yang kurang optimal bukan baru ini saja terjadi, tetapi sudah ada sejak saya menjadi Direktur RSUD Sungailiat. Tetapi setiap tahun selalu kita lakukan perbaikan, dan setiap musim penghujan tiba kondisi ini selalu ada terjadi. Jadi tidak benar adanya pembiaran oleh pihak RSUD Sungailiat” terang Jasmaniar, saat menerima kunjungan Ketua SIMPUL Babel Ujang Supriyanto dan rekan-rekan, Kamis (22/12/2016).

“Apa yang menjadi masukan SIMPUL Babel, kita banyak ucapkan terima kasih. Dan kami pun bergerak cepat membenahi masalah tersebut, dengan melakukan normalisasi saluran air yang ada dengan alat berat” tambahnya.

Selanjutnya, Ketua SIMPUL Babel memberikan apresiasi kepada Direktur RSUD Sungailiat, yang begitu cepat dan tanggap terhadap informasi yang ada dan berkembang ditengah masyarakat, terkait kondisi RSUD Sungailiat. Tentunya juga masalah yang timbul terutama bidang pelayanan kesehatan masyarakat harus cepat direspon. SIMPUL Babel akan tetap pada posisi mengkaji dan meneliti, serta menelaah semua program pembangunan agar betul-betul tepat sasaran. Ujang juga berharap, fasilitas yang sudah ada Di RSUD Sungailiat agar dijaga dan digunakan dengan maksimal.

“Walaupun ada rencana Bupati Bangka, Tarmizi Saat, yang ingin menjadikan ruangan Kelas III menjadi Area Parkir, juga perlu direspon dengan bijaksana. Kajian dan kondisi yang memang tidak Layak lagi untuk dijadikan ruang rawat inap, bisa digunakan untuk gudang dan lain-lain” kata Ujang. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan