MENSOS ACUNG JEMPOL PROGRAM BUNAKTUSLAH

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Selain meresmikan E Waronh. Menteri Sosial Indah Parawangsa pun mengacungi jempol dan mengakui program Pemerintah Kabupaten Bangka yang sejalan dengan progran Kemensos yang merupakan program yang sangat luar biasa.

Bacaan Lainnya

Program Perburuan Orang Tua Hidup Sendiri (Buratuhiri), Perburuan Anak Putus Sekolah (Bunaktuslah), Sedekah Lima Ratus Rupiah Sehari (Semari), dan Program Ibu Hamil Beresiko Tinggi (Bumilristi).
Mensos ketika dikonfirmasi menjelaskan, program yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Bangka merupakan inovasi yang sangat luar biasa dan bersinergi dengan program Kementerian Sosial.
“Kegiatan dan penjangkauan ini membutuhkan banyak relawan karena dari 4,1 juta, anak usia sekolah yang tidak terregistrasikan di sekolah harus dilakukan penjangkauan atau perburuan,” jelas Mensos yang didampingi Bupati Bangka H. Tarmizi Saat ketika menyaksikan ujicoba penarikan di E Buzz BRI.
Diuraikannya lebih lanjut, program yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Bangka ini, setidaknya dapat dilakukan upaya penyisiran, sehingga anak yang putus sekolah diharapkan kembali ke sekolah.
“Mereka bisa ikut juga ujian persamaan atau uper, kerja paket C sehingga bisa melanjutkan ke perguruan tinggi,” terangnya.
Selain itu juga, diakui mensos, dirinya baru kali pertama menemukan inovasi program kesejahteraan sosial yang dilakukan untuk program penjangkauan pada kelompok-kelompok rentan.
“Mereka ini tidak pede, mau kerja paket dimana, dengan program ini, dapat memenuhi hak pendidikan bagi anak-anak,” imbuhnya.
Mensos juga berharap dengan adanya program bunaktuslah, dirinya juga ingin anak-anak yang disisir ini mempunyai akses kelahiran.

Terkait dengan program ibu hamil beresiko tinggi, Khofifah mengakui hal ini merupakan pekerjaan rumah bagi Indonesia, karena masih banyak dijumpai angka kematian ibu hamil cukup tinggi.
“Angka kematian yang cukup tinggi ini dikarenakan berbagai faktor salah satunya, tidak mendapatkan penjangkauan pemenuhan gizi dengan baik, atau percepatan pada saat persalinan,” katanya.
Khofifah berharap dengan adanya program yang diluncurkan Pemkab Bangka, bisa menjadi penguatan bagi pelayanan untuk masyarakat.
Sementara itu, Bupati Bangka H. Tarmizi Saat dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, Kabupaten Bangka cukup banyak menerima bantuan dari pemerintah pusat.

Berdasarkan data Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka, tahun 2016 jumlah penerima manfaat Program Keluarga Harapan sebanyak 1.256 keluarga, penerima Rastra sebanyak 10.101, Asistensi Sosial Lanjut Usia atau Aslut sebanyak 60 orang, Usaha Ekonomi Produktif Lansia 32 orang, Bantuan Dana Jaminan Sosial bagi penyandang cacat 45 orang, dan Rumah Tidak Layak Huni 80 rumah, KUBE ada 50 kelompok, dan lainnya.
“Tahun 2017 ini kita mengharapkan lebih banyak bantuan lagi, dan Pemkab Bangka juga telah menetapkan beberapa program pembangunan di bidang sosial seperti buratuhiri, bunaktuslah, bumilristi, semari dan rulahu,” jelasnya.

Mensos juga menyerahkan Kartu Keluarga Sejahtera, bantuan E-warong, Sarling, bantuan Desa Berketahanan Sosial, Bantuan Penerima PKH, bantuan anak PKH Berprestasi, bantuan program Bunaktuslah, Bumilresti, dan Buratuhiri.
Dalam kegiatan tersebut hadir juga Sekda Pemprov Babel, Yan Megawandi, Direktur BRI, Kuswiyoto, Dirjen Penanganan Fakir Miskin, Andi ZA Dulung, FKPD Kabupaten Bangka, Wakil Bupati Bangka, dan ribuan masyarakat yang memadati lapangan keserasian sosial Desa Silip. (Pemkab Bangka)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan