MENTERI YOHANA YEMBISE MINTA BUPATI BANGKA UTAMAKAN ANAK

  • Whatsapp

dsc_0294

KABARBANGKA.COM — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise sempat menyampaikan kepada Bupati Bangka Tarmizi Saat bahwa Kabupaten Bangka sudah dicanangkan sebagai kabupaten menuju layak anak.

Bacaan Lainnya

Menteri Yembise menyampaikan hal itu ketika peremian Taman Kanak (TK) Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Air Kenanga, Sungailiat, Bangka, Minggu (18/9) sore, mengingat waktu pencanagan Bupati Bangka sedang dinas keluar daerah.

Namun saat peresmian TK YPK Bupati Bangka Tarmizi Saat dapat menghadiri, setibanya dari Bandara Depati Amir langsung menuju Air Kenanga.

Menteri Yembise minta kepada Bupati Bangka setelah penandatangan komitmen untuk menuju kabupaten Bangka sebagai Kabupaten layak anak, berarti anak menjadi perhatian utama.

Anak dan perempuan merupakan bagian dari pembangunan bangsa dan negara, dibuktikan dengan telah dibuatkannya peraturan perundang – undangan yang terkait dengan perlindungan perempuan dan juga terhadap anak.

Salah satu indikator Kabupaten layak anak yakni memiliki sekolah ramah anak, dapat dimulai dengan TK YPK dapat memenuhi indikator Kabupaten layak anak bila telah terwujud sebagai sekolah ramah anak.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak akan melakukan pendampingan terhadap TK YPK agar menjadi model sekolah layak anak Di Bangka Belitung.

Menteri Yembise juga prihatin masih terjadi kekerasan terhadap anak dan perempuan, perdagangan manusia dan porno grafi masih cukup tinggi, saat ini sudah menjadi permasalahan Negara.

“ Yang tertinggi saat ini adalah kekerasan sexsual terhadap anak, pencabulan, pemerkosaan, eksploitasi anak dan pelecehan sexsual,” tukas Menteri asal Papua ini.

Presiden sudah memerintahkan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak karena sudah ada undang – undang perlindungan anak, UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga, UU perdagangan manusia, UU Pornografi dan Perpu No. 1 tahun 2016 terkait dengan hukuman seberat – beratnya terhadap pelaku kejahatan sexsual, dari hukuman mati hingga hukuman kebiri.

Pada Peringatan Hari Anak Nasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat, anak – anak Indonesia menyampaikan deklarasi yang isinya agar diakhiri kejahatan sexual terhadap anak dan hukum pelaku seberat – beratnya.

“ Undang – Undang sudah ada tinggal lagi untuk menerapkannya, sehingga masyarakat mengetahui agar tidak ada lagi kekerasan terhadap anak,” tandasnya.

Menteri Yembise minta di TK YPK tidak ada kekerasan sama sekali terhadap anak seperti guru memukul anak – anak, tidak ada guru yang merokok di lingkungan sekolah, selain itu tidak ada guru yang mengatakan hal – hal yang tidak baik, hindari kata – kata yang kasar terhadap anak karena akan berpengaruh negetif terhadap kejiwaan anak.

Sementera itu Sekda Pemprov Kepulauan Bangka Belitung Yan Megawandi menyampaikan apresiasinya kepada warga Air Kenanga yang dengan swadaya masyarakat dan bantuan dari para donator, dapat didirikan TK YPK.

Menurutnya, kemampuan Pemda terbatas, dengan peran serta masyarakat dalam pembangunan daerah, akan sangat membatu dalam percepatan pembangunan.

YPK menaungi lembaga pendidikan selain TK juga SD dan SMP. Dewan Pembina YPK Yusri memohon dukungan semua pihak agar TK YPK dapat menjadi sekolah ramah anak baik di Bangka Belitung dan Indonesia umumnya.

Peresmian TK YPK ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon, dilanjutkan dengan peninjauan ruang kelas dan sarana prasarana belajar TK YPK oleh Menteri Yohana Susana Yembise, Sekda Pemprov Kepulauan Bangka Belitung Yan Megawandi, Bupati Bangka Tarmizi Saat dan undangan lainnya.

Kesempatan tersebut menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memerikan bantuan peralatan drum band untuk TK YPK. (Humas Bangka)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan