Nelayan Tanjung Gunung Keluhkan Pembagian Fee

  • Whatsapp
Salah satu warga nelayan sedang sampaikan keluhan, 08/09. Sumber foto: ode

KABARBANGKA.COM – Warga Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, bertanya perihal uang masuk Ti Apung Rp 2,5 Juta per ponton, yang sebelumnya sudah disepakati.

Salah satu perwakilan nelayan, Hery (40), asal Desa Tanjung Gunung, menyampaikan hal tersebut disela-sela Sosialisasi dengan pihak PT Timah Tbk, perwakilan Pihak Cv Cas, dan Kades Tanjung Gunung.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, Ia sekarang belum membicarakan status ilegal atau legal tambang di wilayahnya. Ia hanya mempertanyakan uang sejumlah 2,5 juta yang di pungut.

“Saya hanya bertanya uang pungutan dua juta lima ratus per ponton yang di pungut oleh para oknum, itu kemana uangnya. Karena nama kami selalu di bawa-bawa sampai sekarang,” ungkapnya, Jumat kemarin, 08/09.

Kemudian Mantan Kadus ini mengungkapkan, setiap hari penambang itu di punguti ‘fee canting’ oleh oknum yang mengaku sebagai nelayan. Yang menurut pengakuan pihak penambang berkisar 3-4 kilo setiap pungutan.

“Penambang di sini kalau mau masuk harus setor 2,5 juta, atau tidak bisa menambang, kemudian penambang memberikan para nelayan 3-4 kilo setiap ponton TI Apung, tapi kenyataannya kami tidak tau uang itu kemana dan kami juga tidak merasa alat nelayan kami di ganti,” bebernya.

Ia kini meminta keadilan sebagai nelayan aktif, karena mereka nelayan aktif rugi setiap hari.

“Saya tidak menyalahkan penambang. Mereka sudah ikut aturan, hanya memang ada oknum yang mengaku sebagai nelayan, “sesalnya. (LH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan