Ngopi Kamtibmas, Forkopimda Silaturahmi Dengan Masyarakat Belinyu

  • Whatsapp

BANGKA — Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bangka, Ngopi Kamtibmas sekaligus bersilaturahmi dengan perwakilan masyarakat Kecamatan Belinyu. Acara ngopi bareng itu digelar di Warung Kopi Kutub Utara atau Warkop Gepe, pada Selasa (15/10/2019) siang.

Ketua Forum Lintas Generasi, Romadi Hamid, dipercaya sebagai moderator.

Bacaan Lainnya

Hadir sebagai narasumber, di antaranya Kapolres Bangka, Wakil Bupati Bangka, Kajari Bangka, Camat Belinyu, Kapolsek Belinyu, Danramil Sungailiat mewakili Dandim 0413/Bangka.

Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, diawal sambutannya mengatakan, bahwa usai menghadiri pelantikan Pimpinan DPRD Bangka, sebenarnya dia punya agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan. Namun demi masyarakat Belinyu, agenda tersebut ditinggalkan.

“Tapi Pak Kapolres kita bilang, ini wilayah Bapak (Wabup), jadi saya putuskan datang ke sini (Belinyu), saya tinggalkan kegiatan yang di sana,” ungkapnya.

Dengan adanya pertemuan sore ini, Wabup berharap bisa menambahkan keakraban, keharmonisan, dalam rangka membangun sinergitas, antara Forkopimda dengan tokoh-tokoh masyarakat, dan seluruh warga Belinyu.

“Karena harus kita akui bersama, tanpa ada komunikasi yang baik, silaturahmi yang baik, banyak hal-hal yang menjadi pertanyaan di dalam hati kita, yang menyebabkan syak wasangka, yang bisa mengakibatkan timbulnya kecemburuan dan hal-hal lain yang sifatnya negatif,” kata Syahbudin.

Tetapi dengan adanya silaturahmi dan ngopi bersama ini, lanjut Wabup, Insya Allah, tadi hal-hal yang belum terungkap bisa diketahui bersama, dan bisa dicarikan jalan keluarnya bersama.

“Insya Allah, kita bisa membawa Belinyu ini lebih baik kedepan, dengan segala niat dan tujuan kita, dengan segala maksud dan keinginan masyarakat Belinyu dan Bangka ini, sehingga harapan kami dalam forum yang singkat ini, bisa menghasilkan hal-hal yang bisa membawa Belinyu ke arah yang lebih baik. Dan kita semua menjaga kondusifitas Belinyu dan sekitarnya, sehingga apapun yang kita lakukan, kalau daerah kita aman, daerah kita tentram, semua kita bisa melakukan kegiatan dan tugas-tugas kita sebagaimana mestinya,” tutur Syahbudin.

Kepala Kejaksaan Negeri Bangka, Rieke Jeffri Huwae, mengawali sambutannya menyatakan, bahwa selama satu tahun lebih menjabat Kajari Bangka, belum pernah bertemu dengan warga Belinyu.

“Saya ini sudah satu tahun lebih lamanya tugas di sini (Bangka), belum pernah ketemu dengan teman-teman di Belinyu. Karena dari segi hirarki institusi, kita punya cabang di sini, namanya Cabang Kejaksaan Negeri Bangka di Belinyu,” ungkap pria kelahiran Ambon, Provinsi Maluku tersebut.

Pada kesempatan yang indah ini, R. Jeffri Huwae berharap ada sesuatu yang bisa didapatkan dalam pertemuan ini. Sehingga, kata dia, bukan cuma ngopi bareng, tapi kita bisa jadi agen penyelesaian untuk setiap masalah yang terjadi di sini.

“Jangan pernah khawatir kalau urusan sama saya, kalaupun ada kritik tentang kejaksaan, sampaikan! Karena itu tidak akan pernah menyinggung saya. Kritik institusi saya, silahkan saja, asal jangan kritik masalah pribadi saya,” imbuhnya.

Kajari Bangka itu mengaku tidak tahu, seperti apa perkembangan penegakan hukum di Belinyu? Bagaimana perhatian kejaksaan dalam rangka memberikan kontribusi kepada masyarakat, terutama terkait dengan proses penegakan hukum?

“Saya tidak tahu sampai di mana? Tapi lewat kesempatan ini, saya minta masukan dari bapak ibu sekalian. Bukan cuma persoalan yang terkait dengan penegakan hukum saja, kalau ada persoalan lain diluar itu, kita bisa sharing semua di sini,” kata dia.

Lebih lanjut R. Jeffri mengatakan, kalau sudah duduk bersama, berarti sudah tidak ada batas antara pejabat dengan masyarakat. Semua boleh bicara sebagaimana orang bersaudara, saling mengkritik, saling mengingatkan satu dengan yang lain.

“Karena inilah sarana kita untuk saling komunikasi. Saya hadir di sini membuka diri untuk bapak dan ibu sekalian. Kalaupun ada sesuatu yang perlu saya lakukan, saya pastikan saya lakukan di sini. Terkait juga pola-pola pembangunan di sini, silahkan disampaikan,” tutupnya.

Sementara Dandim 0413/Bangka, yang diwakili Danramil Sungailiat, Mayor Daniel, mengaku senang bisa ngopi bareng bersama Forkopimda dan masyarakat Belinyu.

“Saya sebenarnya Danramil Sungailiat. Di sini saya mewakili Bapak Dandim 0413/Bangka. Saya senang ngopi bareng ini, saya bertemu dengan kawan-kawan lama. Kalau ada kesempatan untuk bertanya, tanyakan saja. Nanti lama-lama jadi akrab,” ujarnya.

Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono, yang menginisiatori kegiatan Ngopi Kamtibmas ini mengajak yang hadir untuk bersyukur, karena pada sore hari ini Forkopimda Kabupaten Bangka bisa bertemu dengan perwakilan masyarakat Kecamatan Belinyu, di warung kopi yang sangat santai ini.

“Saya rasa segala sesuatu yang terkait dengan masalah sosial, masalah ekonomi, bahkan permasalahan keamanan sekalipun, semuanya akan selesai di warung kopi ini. Lebih bagus di warung kopi, kita selesaikan hal-hal yang menjadi persoalan sosial di Belinyu ini,” kata AKBP Aris Sulistyono mengawali sambutannya.

Tujuan kegiatan pada sore hari ini, lanjut dia, tentunya ingin menyambung tali silaturahmi dan mendengar langsung dari masyarakat Kecamatan Belinyu, manakala ada persoalan yang terkait dengan persoalan hukum, persoalan sosial, maupun hal-hal lain yang perlu ditindaklanjuti oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

“Kehadiran Bapak Wakil Bupati bersama kami di sini, merefresentasikan bahwa negara hadir sebagaimana program nawacita Bapak Jokowi. Bahwa dikala masyarakat sedang menghadapi persoalan, tentunya negara diharapkan langsung hadir ditengah-tengah masyarakat, untuk mencari solusi dan penyelesaiannya. Dan endingnya tentu sebuah kedamaian,” bebernya.

Tidak lama lagi, yaitu pada tanggal 20 Oktober nanti, Presiden dan Wakil Presiden terpilih akan dilantik oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Kapolres Bangka itu mengharapkan, selaku pengelola Kamtibmas di Kabupaten Bangka, berharap adanya dukungan dan peran serta dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda, dan seluruh stakeholder yang di Kecamatan Belinyu khususnya, memberikan kontribusi yang positif.

“Minimal tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat memicu gangguan Kamtibmas. Namun sebaliknya, Belinyu menjadi contoh buat kecamatan-kecamatan di Provinsi Bangka Belitung, maupun diluar Bangka Belitung, bahwa Belinyu menjadi Rull Model kehidupan masyarakatnya cukup harmonis, kehidupan beragamanya cukup toleran, dan kegiatan-kegiatan pemerintshnya juga berjalan dengan kondusif. Itu yang kami harapkan,” imbau Kapolres.

“Pada kesempatan yang baik ini, kami juga ingin mendapat masukan, informasi, bahkan kritikan pun gak masalah, sepanjang kritikan itu bersifat membangun untuk kebaikan. Karena di sini kita hadir sebagai Forum Koordinasi Pimpinan Daerah,” tutupnya.

Syarli Nopriansyah, Camat Belinyu, dalam sambutannya berharap apa yang dilaksanakan hari ini bisa berkelanjutan, dan menjadi suatu yang baik buat kita yang di Kecamatan Belinyu.

“Kepada masyarakat yang hadir, bisa menyampaikan keluh kesah dan masukan kepada pimpinan-pimpinan kita. Kami juga dari pihak Kecamatan Belinyu, bersama Kapolsek Belinyu, mohon maaf apa bila di dalam jamuan ataupun sambutan kami di sini, terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata alumni IPDN tersebut.

AKP Surya Darma, selaku Kapolsek Belinyu, meminta agar perwakilan warga Kecamatan Belinyu yang hadir, bisa memanfaatkan moment ngopi bareng tersebut, untuk saling sharing informasi.

“Kepada bapak ibu sekalian, tolong manfaatkan moment ini untuk saling sharing dan berbagi, bersilaturahmi dengan unsur pimpinan kami yang ada di Sungailiat, yang rela meluangkan waktunya sampai ke sini,” kata AKP Surya Darma.

Dua bulan terakhir, kata dia, Polsek Belinyu di sibukkan menangani Karhutla yang luar biasa. Menurut informasi yang di dapatkan dari anggotanya, bahwa Karhutla pada tahun 2019 ini adalah yang terparah sepanjang sejarah Kecamatan Belinyu.

“Hari inipun masih kejadian di Bintet sana, kejadian Karhutla. Ini menjadi perhatian bagi kita bersama. Karena ini (Karhutla) menjadi perhatian dari Bapak Presiden kita, untuk mengantisipasi permasalahan asap yang sampai ke wilayah (negara) tetangga,” bebernya.

Mantan Kasat Lantas Polres Bangka Barat itu melanjutkan,
Karhutla di wilayah Kecamatan Belinyu hampir setiap hari terjadi. Sementara petugas hanya dibantu mobil Damkar milik PT. Timah, sehingga kewalahan juga menangani Karhutla, dengan peralatan yang serba terbatas.

“Hampir setiap hari terjadi (Karhutla) di Belinyu ini. Kami dibantu oleh mobil Damkar PT. Timah. Saya tidak bisa bayangkan Belinyu ini, kalau tidak ada (mobil) Damkar PT. Timah ini. Terus terang, kecamatan yang sebesar ini tidak satu unit pun (mobil) Damkar. Kami berkoordinasi dengan Pak Camat, tolonglah tahun depan diajukan, supaya kita di Kecamatan Belinyu ini bisa punya satu aja mobil Damkar, yang standby untuk menghadapi kejadian (Karhutla) seperti ini,” demikian AKP Surya Darma. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan