Normalisasi Tarif Angkutan Udara Dorong Deflasi Mei 2017

  • Whatsapp

KABARBANGKA. COM— Di bulan Mei 2017, Indeks Harga Konsumen di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat mengalami deflasi sebesar 0,29% (mtm) atau secara tahunan inflasi sebesar 7,64% (yoy).

“Deflasi di bulan Mei 2017 disebabkan normalisasi harga tiket pasca inflasi yang tinggi di bulan April 2017”, demikian ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia prov. Kepv Bangka Belitung, Bayu Martanto.

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, Kota Pangkalpinang mengalami deflasi sebesar 0,93% (mtm) setelah pada bulan April 2017 mengalami inflasi 1,02% (mtm). Di lain pihak, Kota Tanjungpandan mengalami inflasi 0,90% (mtm), masih searah dengan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,93% (mtm). Deflasi di bulan Mei 2017 disebabkan oleh kelompok administered price yang mengalami deflasi 1,31% (mtm) sehubungan dengan normalisasi harga tiket pesawat udara setelah mengalami inflasi yang cukup tinggi di bulan April 2017.

Sejalan dengan hal tersebut, kelompok inti juga mengalami deflasi pada periode laporan. Sebaliknya, kelompok vo/ati/e food mengalami inflasi sebesar 0,33% (mtm), mereda dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi (mtm).

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di bulan April 2017. Pengendalian inflasi juga ditekankan untuk mengawal inflasi saat Ramadhan dan Idul Fitri. Peran TPID, Satgas Pangan dan KPPU memberikan andil yang positif terkait pengawasan perubahan harga di pasar agar tidak terdapat spekulan yang berpotensi meningkatkan inflasi secara signifikan.

Kesepakatan yang sudah ditandatangani antara distributor yang disaksikan oleh Gubernur Prov. Kep. Bangka Belitung juga mulai memberikan dampak terhadap stabilnya harga bahan pokok. Kegiatan pasar murah selama bulan Ramadhan yang dilakukan di setiap kabupaten dan kota di Prov. Kep. Bangka Belitung juga diharapkan dapat meredam gejolak inflasi. Dari sisi konsumsi, komunikasi kepada masyarakat dengan bekerjasama dengan media dan ormas keagamaan untuk bijak dalam berkonsumsi juga gencar dilakukan.

“Selama bulan Ramadhan sumber tekanan inflasi akan bersumber dari vo/at//e fooddan administered price. Peningkatan permintaan bahan makanan, terutama menjelang Idul Fitri, akan mendorong inflasi ke batas atas. Diprediksikan menjelang Idul Fitri, komoditas ikan akan mengalami kelangkaan karena sebagian nelayan tidak melaut menjelang Lebaran. Selain itu, komoditas lain yang dapat menjadi sumber tekanan inflasi adalah kenaikan tarif angkutan udara karena tingginya permintaan menjelang Idul Fitri. Oleh karena itu, berbagai upaya pengendalian yang sudah dilakukan di bulan April 2017 terus dimaksimalkan, mengingat risiko inflasi akan meningkat saat Idul Fitri. Koordinasi dengan pihak maskapai dan pihak terkait untuk menjaga strabilitas harga perlu dilakukan untuk menjaga vo/ati/itas harga tiket pesawat agar tidak bergejolak secara signifikan. Konsistensi dalam merealisasikan Program Pengendalian Inflasi tahun 2017 dan Roadmap Pengendalian Inflasi menjadi kunci kesuksesan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mengawal stabilitas harga” tutup Bayu.

 

Sumber : Humas Bi Provinsi Babel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan