Olahan pangan lokal

  • Whatsapp

KABARBANGKA — Mewujudkan ketahanan pangan dan memasyarakatkan pangan lokal merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Bangka(Pemkab Bangka). Hal ini merupakan cita-cita dan harapan Bupati Bangka Ir H. Tarmizi H Sa’at dengan meningkatkan konsumsi pangan lokal sesuai dengan Peraturan Bupati Bangka ┬áNomor 13 A tahun 2012 tentang Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal.

Bacaan Lainnya

Terkait hal tersebut, jika anda ingin panganan berbahan pangan lokal, salah satunya dengan mengunjungi Gallery Pangan Lokal yang berlokasi di Ruko Griya Air Ruay Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka.

Ada beragam olahan pangan lokal tersedia, seperti kemplang ubi ungu, kempalng jagung manis, kemplang rebung, kemplang kulat kukur, kemplang buah belimbing, kemplang singkong, keripik pisang, keripik telur cumi, madu hutan, madu pahit, sirup jeruk kunci, keripik siput jari, keripik singkong, gula kabung, rusip, terasi, sambel lingkung, kripik cumi, jus pinang muda, sari serai, stick bijur ungu, stick bijur orange, peyek kacang, sambe serai, termasuk beras merah dan beras aruk tersedia di gallery pangan lokal.
“Kita menjual beragam olahan pangan lokal sejak buka tanggal 15 Maret 2017 yang lalu ini, dan kita dapatkan dari semua Kelompok Wanita Tani yang ada di Kabupaten Bangka, dan juga dari Usaha Kecil dan Menengah di luar Kabupaten Bangka seperti Pangkalpinang dan Bangka Selatan,” ungkap Dedi Firyansah pemilik Gallery Pangan Lokal ketika dihubungi, Sabtu (25/7/17).
Dikatakan Dedi yang juga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Bangka ini, ide awal ia mendirikan gallery tersebut untuk membantu petani memasarkan produk yang dihasilkan dan selain itu juga untuk mendukung program pemerintah Kabupaten Bangka dengan memasyarakatkan pangan lokal.
“Saya lihat selama ini belum ada tempat yang khusus olahan pangan lokal ini, jadi tercetus ide untuk membangun dan membantu para petani juga dalam memasarkan olahan pangan lokalnya,” jelas Dedi.
Diuraikan Dedi lagi, sekarang ini dirinya berharap, masyarakat semakin mencintai makanan yang berbasis pangan lokal.
“Sehat, dan bisa juga dijadikan buah tangan, yang paling diminati sekarang ini adalah kemplang kulat kukur, kemplang singkong, kripik cumi, kopi pinang, dan beras merah juga,” jelasnya.
Kedepan Dedi yang dibantu saudaranya ini, berharap masyarakat dapat mengkonsumsi pangan lokal sesuai dengan anjuran pemerintah Kabupaten Bangka dan usaha pangan lokal ini semakin eksis dan terus berkembang.

Penggunaan pangan lokal ini sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 13 A tahun 2012 dengan upaya untuk menurunkan konsumsi beras sebagai bahan pangan pokok masyarakat, dengan meningkatkan konsumsi jagung, sayuran, buah, umbi-umbian dan sebagainya.

Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat terhadap konsumsi pangan lokal yang beragam, bergizi, berimbang dan aman serta mengembangkan teknologi pengolahan pangan, khususnya untuk umbi-umbian supaya terjadi penambahan nilai tambah, status sosial ekonomi serta permintaan konsumen terhadap komoditas umbi-umbian.
“Meningkatkan sosialisasi dan advokasi penganekaragaman pangan regional kepada pemangku kepentingan agar upaya pencapaian Bangka Sehat bagi masyarakat dapat tercapai dengan adanya internalisasi penganekaragaman konsumsi pangan dan pengembangan bisnis dan industri pangan lokal,” ujar Bupati Bangka H. Tarmizi Saat dalam berbagai kesempatan.
Upaya Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Pangan Kabupaten Bangka terus memasyarakatkan pangan lokal ini, dan melakukan sosialisasi dengan melakukan berbagai kegiatan mulai dari lomba pangan lokal, promosi, pendidikan konsumsi pangan lokal melalui pendidikan non formal seperti PKK, dan lainnya, serta melalui Satuan Perangkat Kerja Daerah.
Ke depan, dengan adanya slogan Senja, Selapis, Rata, Kasi, Jujur dan Sabili yang dimiliki Kabupaten Bangka tentang pangan lokal ini, diharapkan dapat terwujud masyarakat yang sehat dan tentunya dapat menggalakkan makan pangan lokal. (Pemkab Bangka)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan