ORMAS ISLAM DAN OKP, SIKAPI PERNYATAAN GP ANSHOR

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Pernyataan sikap PW GP Anshor Babel yang menolak kehadiran ulama Habib Rizieq Shihab dan kadernya ke Provinsi Bangka Belitung, Kamis (19/01/2017) lalu, terus menuai kecaman dari berbagai elemen masyarakat di Babel. Meskipun PW GP Anshor secara terbuka telah meminta maaf melalui media massa, sejumlah ormas Islam dan OKP di Provinsi Babel secara tegas meminta kepada Ketua PW GP Anshor Babel, Masmuni Mahatma, untuk segera mencabut Pernyataan Sikap mereka tersebut.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Ustad Sofyan Rudianto, selaku juru bicara peserta silahturahmi yang antara lain dihadiri perwakilan dari NU, Muhammadiyah, HTI, FPI, BKPRMI, IKADI, KAHMI, DMI, IKPM GONTOR, Pemuda Panca Marga, KNPI, Pemuda Pancasila, Laskar Merah Putih, Front Jaga Babel, Pemuda Peduli Masjid Jamik, Serikat Islam, Majelis Az Zikra dan Gema Pembebasan Babel.

Silahturahmi lintas Ormas Islam dan OKp ini digelar di Rumah Ubi Atok Kulop yang terletak di komplek Citraland Pangkalpinang, Minggu (22/1).

“Kita akan kawal FPI melakukan tuntutan, karena permintaan maaf itu seperti tidak tulus dan menampakkan kesombongan. Apalagi, dengan tidak dicabutnya pernyataan yang mereka buat,” ujar Ustad Sofyan dihadapan ratusan orang jema’ah yang hadir.

Menurutnya, umat islam di Babel sudah memaafkan dan tetap akan memaafkan setelah permintaan maaf itu disampaikan. Namun, pihaknya merasa harus ada efek jera terhadap Ketua GP Anshor Babel yang dinilai memancing amarah umat islam di Babel.

“Kita akan lihat perkembangannya, yang jelas kita dukung FPI yang paling pas untuk melaporkan pernyataan itu. Kami akan mendukung itu, untuk pelaporan hukumnya” tambahnya.

Dalam silaturrahmi tersebut, para peserta juga bersepakat mengeluarkan sikap pernyataan dengan judul Bela Ulama dan Tolak Penghina Ulama di Bangka Belitung dengan poin pernyataan sebagai berikut :

1. Menuntut Sdr Masmuni selaku Ketua PW GP Anshor Babel untuk mencabut pernyataan yang telah menghina ulama dan menyinggung perasaan masyarakat Babel secara terbuka paling lambat 2 x 24 jam terhitung tanggal 22 Januari 2017.

2. Mendukung FPI untuk melakukan tuntutan hukum kepada sdr Masmuni selaku Ketua PW GP Ansor Babel atas penyataan yang telah dikeluarkan pada tanggal 19 januari 2017 lalu.

3. Penyataan yang disampaikan oleh sdr Masmuni sungguh tidak mencerminkan etika seorang dosen, karenanya kami menuntut agar sdr Masmuni diberhentikan dari STAIN SAS Babel, karena dikhawatirkan akan menimbulkan bibit perpecahan dan kebencian di tengah-tengah masyarakat Bangka Belitung serta menyebabkan ide sekularisme,pluralisme dan liberalisme yang sudah difatwakan haram oleh MUI.

4. Bahwa ulama dan khilafah bukanlah pemecahan belah umat sebagaimana yang telah dituduhkan oleh sdr Masmuni, namun justru Ulama dan Khilafahlah pemersatu umat.

5. Seluruh Ormas Islam dan OKP (Pemuda Pancasila, Pemuda Panca Marga, Front Jaga Babel, Laskar Merah Putih) di Bangka Belitung menolak kriminalisasi terhadap ulama dan umat Islam, serta mengajak seluruh komponen masyarakat khususnya kaum muslimin untuk membela Islam dan Ulama dari pelecehan dan penghinaan.

6. Kelompok-kelompok liberal sekuler telah menjadi isu anti pancasila, anti NKRI, anti kebhinnekaan dan sebagainya sebagai alat politik dan propaganda jahat untuk membungkam aspirasi umat Islam dan hak politik umat Islam. Padahal sejatinya tuduhan itu harusnya disematkan kepada mereka yang telah menerapkan sistem ekonomi neoliberal, menjual aset aset negara, menjual kekayaan alam Indonesia kepada asing dan aseng serta tuduk kepada kepentingan mereka.

7. Menyerukan kepada seluruh komponen umat Islam Bangka Belitung khususnya untuk senatiasa menjaga kententraman dan meningkatkan persatuan dalam perjuangan melanjutkan kehidupan Islam untuk tegaknya syariah dan khilafah dipimpin oleh para Habaib dan Ulama serta organisasi Islam yang senantiasa istiqomah berjalan dengan metode perjuangan Rasullulah SAW.

Hingga berita ini diturnkan, belum ada tanggapan resmi dari PW GP ANHSOR BABEL, terkait pernyataan dan tuntutan Lintas Ormas Islam dan OKP tersebut. (Red / Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan