PANSEL KEJURDA KARATE, BANTAH LARANG ATLET PAKAI HIJAB

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Seleksi Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate, yang diselenggarakan oleh Panitia Seleksi Tingkat Kabupaten Bangka menuai protes. Pasalnya, peserta seleksi Kejurda ada yang dilarang ikut, karena mengenakan hijab. Hal inilah yang kemudian menjadi polemik dikalangan peserta, yang kemudian memutuskan diri untuk tidak turut serta.

Bacaan Lainnya

Informasi keberatan peserta seleksi, disampaikan oleh anggota DPRD Bangka, Kurtis, yang menyayangkan adanya larangan tersebut. Akibatnya, ada peserta yang mengundurkan diri, karena keberatan untuk melepas hijab sebagai simbol agama Islam si peserta. Kurtis sebelumnya mendapatkan informasi yang disampaikan kepada dirinya.

“Ada peserta siswi SMP yang mau ikut seleksi pakai kerudung ditolak panitia pada seleksi Kejurda Karate di orom. Ada juga siswi SMP Yabunaya Biruni yang menarik diri karena mereka keberatan disuruh buka kerudungnya. Tolong ini ditanya karena kok ada diskriminasi SARA untuk ini,” kata Kurtis.

Hal sama juga disampaikan guru pendamping dari SMP YABUNAYA, yang menyatakan mereka menarik diri akibat aturan itu. Padahal sebelumnya, siswi sekolah itu telah melakukan seleksi di Tingkat Kecamatan Pemali untuk selanjutnya seleksi Tingkat Kabupaten di Orom. Namun ketika mendengar aturan harus melepas jilbab dengan alasan mengikuti aturan internasional, akhirnya siswi dan ia sendiri menarik diri dari seleksi Kejurda tersebut.

“Iya, kita kemarin (Rabu, 23/02/2017) dilarang ikut seleksi oleh panitia, karena mengenakan hijab. Memang pakai penutup kepala tetapi telinga masih terlihat sehingga selain siswi kita yang memutuskan menarik diri, termasuk juga siswi SMP anak guru olahraga Pak Usman yang tidak diperkenankan ikut seleksi. Kata panitia, aturan internasional sudah begitu, kita tidak tau draf aturannya, tapi kita menyayangkan hal ini terjadi,” kata Endang.

Terkait hal ini, wartawan berupaya mengkonfirmasi Ketua Panitia Seleksi Peserta Kejurda Karate, Muharun. Namun, Muharun membantah adanya Panitia Seleksi membuat ‎larangan untuk melepas hijab bagi peserta. Ia secara pribadi menyatakan, tidak pernah mengatakan hal itu, tentang larangan memakai hijab.

“Tidak ada kita larangan untuk melepas hijab itu. Sebenarnya pada Kejurda Forki 1 lalu di provinsi sudah disampaikan aturan itu. Bukan tidak boleh memakai hijab tetapi memakai hijab yang sesuai aturan pusat. Jadi itu sebenarnya telah disosialisasikan pada Kejurda Pelajar dan ke pelatih-pelatih serta perguruan agar kedepan kalau ada even diikuti hal itu,” jelas Muharun.

Sementara itu, Panitia Bidang Wasit‎ untuk seleksi Kejurda Karate Tingkat Kabupaten Bangka Saptadi, juga membantah adanya larangan memakai hijab tersebut. Panitia dalam hal ini menghargai simbol-simbol agama termasuk hijab yang dikenakan oleh peserta seleksi. Ia merasa, ada misskomunikasi sehingga diartikan adanya larangan untuk berhijab pada seleksi tersebut.

“Tidak ada larangan untuk itu. Mungkin ini hanya miss komunikasi saja. Kita sangat menghargai simbol-simboil agama. Kita tidak tahu lah karena dari perwasitan tidak ada melakukan larangan itu. Mungkin informasi ini karena ada yang tak senang juga dengan kita, kita tidak tahu,” terang Saptadi. (Red/Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan