oleh

Pasca Kecolongan, Rutan Muntok Perketat Pengawasan Titipan Barang

BANGKA BARAT — Setelah kecolongan masuknya narkoba yang diselundupkan dua warga binaan kedalam Rutan Negara Kelas IIB Muntok, membuat Kepala Rutan, Abdul Rasyid Meliala semakin memperketat barang titipan yang masuk.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sat Res Narkoba mengamankan dua warga binaan, SA alias KO ( 28 ) dan DE alias TO ( 32 ) karena mengkonsumsi dan memiliki sabu – sabu. Barang haram tersebut masuk ke Rutan lewat barang besukan yang dititipkan seseorang bernama YN untuk narapidana berinisial SA alias KO.

Kepala Rutan Kelas IIB Muntok, Abdul Rasyid Meliala mengatakan, pasca kejadian itu, selain barang titipan diperketat, penitip barang harus benar – benar dari keluarga warga binaan serta tidak boleh diwakilkan kepada pihak lain.

“Jadi pasca temuan kasus narkoba kemarin, barang barang titipan yang masuk ke dalam kami perketat. Sekarang harus pihak keluarga, tidak boleh diwakili orang lain atau dititip ke ojek dan segala macam. Nomor hp dan KTP nya juga harus jelas,” ujar Abdul Raysid Meliala, Rabu ( 25/11/2020 ) via telepon.

Dijelaskannya, terungkapnya kasus narkoba di Rutan Muntok berawal dari informasi yang diterima petugas Rutan yang mengendus peredaran narkoba di salah satu blok tahahan.

Berdasarkan hal tersebut, selanjutnya test urine pun digelar terhadap sejumlah warga binaan yang dicurigai mengkonsumsi narkoba. Hasilnya sangat mengejutkan karena beberapa orang warga binaan ternyata mengkonsumsi narkoba.

” Awalnya kami mendapat informasi adanya penyalahgunaan narkoba, malamnya sekitar jam dua belas baru kami temukan barang bukti narkoba. Setelah itu baru kami koordinasi dan menghubungi Kasat Narkoba untuk ditindaklanjuti,” papar Abdul Rasyid.

Kasus tersebut kata Karutan diserahkan sepenuhnya kepada penyidikan Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Barat.

” Inikan masih tahap penyidikan, jadi semuanya kami serahkan kepada pihak Sat Narkoba untuk mengusut kasus penyalahgunaan narkoba itu,” pungkasnya. ( SK )

News Feed