PASCA TAHANAN LARI, Plt KAJARI PANGKALPINANG DAN KASI PIDUM BUNGKAM

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Kejaksaan Negeri Pangkalpinang saat ini masih terus dirundung masalah. Pasalnya sudah 3 hari lamanya, yakni sejak Rabu lalu, seorang tahanan atas nama Susandi alias Pohin yang melarikan diri saat akan diantar ke Lapas Narkotika, Selindung, tak jua berhasil ditemukan.

Bacaan Lainnya

Fatalnya lagi, pejabat terkait di Kejaksaan Negeri Pangkalpinang, yakni Kasi Pidum Raden Is Juniyanto dan Plt. Kajari Pangkalpinang Meiza Khoirawan, hanya menutup diri. Padahal banyak wartawan nasional dan lokal, Jum’at (21/4/2017) pagi tadi hadir di Kejaksaan Negeri Pangkalpinang, bermaksud melakukan konfirmasi terkait kasus tahanan kabur.

Petugas jaga hanya memberikan kabar kalau 2 pejabat Kejaksaan tersebut sedang tidak berada di tempat. Dia sedang ke Jakarta ada urusan pribadi.

“ Dia sakit katanya berobat jantung di Jakarta. Jadi hari ini gak ada di tempat bang,” ungkap seorang petugas kepada awak media.

Upaya sejumlah wartawan untuk mendapatkan kabar terkait hal tersebut sedikit terobati setelah memperoleh jawaban dari Kasi intelijen, Hendi Arifin. Menurut Hendi, pihaknya saat ini sudah melakukan koordinasi dengan Polres Pangkalpinang untuk mencari keberadaan Pohin.

“Kita dan Polres sedang bekerja keras tetapi memang belum ada hasil. Kita sedang kejar itu, tunggulah semoga berhasil,” ucap Hendi, Jum’at (21/4/2017) pagi.

Hendi juga meminta adanya peran masyarakat untuk menginformasikan bilamana menemukan Pohin. Menurutnya Pohin sendiri dipastikan tidak akan kabur ke luar pulau Bangka.

“Dia masih ada di sini, dia juga tidak bisa lagi ke luar. Kita sudah koordinasi ke semua lembaga terkait,” cetusnya.

Disinggung sanksi pada Kasi Pidum, menurutnya bukan kewenangan dirinya untuk menjawab pertanyaan itu.

Sementara, itu Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Sutanto, disinggung mengenai sanksi atas kasus ini pada pejabat Kejari Pangkalpinang, mengaku tergantung pada pihak pengawasan.

Asisten Pengawasan (ASWAS) sendiri saat ini, Meiza Khoirawan merupakan plt. Kajari Pangkalpinang, yang masih terus menutup diri atas kasus ini.

“Masalah sanksi itu kewenangan pihak pengawasan,” tukas Sutanto.

Pohin sendiri kabur ketika saat keluar dari mobil tahanan bernopol B 1765 SQP, yang dibawa pihak Kejari Pangkalpinang. Saat mengantarkan terdakwa ke Lapas, hanya sendiri Pohin yang berada di dalam mobil tersebut. Sehingga sewaktu hendak masuk ke pintu Lapas, Pohin langsung kabur. Sayangnya petugas Lapas dan petugas Kejari tidak berhasil menangkap terdakwa sehingga Pohin kabur ke hutan arah belakang Lapas.

Kepala Lapas Narkotik Kelas III Pangkalpinang, Sulistyono mengatakan, kejadian memang terjadi di depan pintu masuk Lapas, namun kejadian itu merupakan tanggungjawab pihak Kejaksaan.

“Memang benar, tapi 100 persen tanggung jawab kejaksaan. Saya dapat keterangan dari anak buah, dia (terdakwa,red) dibawa sebelum zuhur jam 11 sampai kesini jam 3 sore,” urainya. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan