PEDAGANG MUSIMAN TURUT MENIKMATI BERKAH RAMADHAN

  • Whatsapp

   

KABARBANGKA.COM — Bulan Ramadhan adalah satu diantara sekian bulan yang di muliakan Allah SWT, bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan. Pada bulan ini, semua umat islam yang sehat dan sudah akil baligh diwajibkan berpuasa.

Bacaan Lainnya

Bulan Ramadhan juga membawa berkah bagi para pedagang makanan dan buah buahan, serta beragam pakaian ala islami.

Pasar dadakan atau biasa dikenal dengan nama Pasar Ramadan, juga bermunculan dimana-mana, terutama disejumlah lokasi strategis. Beragam makanan, minuman dan buah-buahan dijual di Pasar Ramadhan tersebut.

Salah satu tempat yang dijadikan Pasar Ramadhan adalah di Simpang Cendrawasih, Sungailiat. Setiap petang menjelang maghrib, lokasi tersebut ramai dikunjungi masyarakat yang akan belanja kebutuhan untuk berbuka puasa.

Saking ramainya, sering kali arus lalu lintas di lokasi tersebut tersendat, meski tidak sampai macet total. Personil dari Satlantas dan Sabhara Polres Bangka nampak disiagakan disekitar lokasi.

Seperti dituturkan Heri (39), warga Sungailiat, pedagang buah-buahan baru berjualan di Pasar Ramadan Cendrawasih, Sungailiat.

Dihari biasa selain bulan Puasa, Heri berjualan buah di Pasar Kite Sungailiat. Tapi sejak mulai hari pertama puasa, ia pindah tempat berjualan di Pasar Ramadhan, di Simpang Cendrawasih Sungailiat.

“Kami jualan disini hanya pada waktu bulan puasa, dan itu setiap tahun. Selain bulan puasa, kami jualan di Pasar Kite” ungkap Heri, Minggu (28/05/2017) petang.

Lanjutnya, hampir semua jenis buah yang dijualnya berasal dari luar Bangka, kecuali buah Semangka.

“Kami ngambil dari agen buah di Sungailiat dan Pangkalpinang. Tapi kalo Semangka, aku beli langsung dikebun petani” imbuhnya, seraya mengakui adanya peningkatan omzet dan harga jual buah, yang berbeda dari hari biasa.

Hal senada diakui Mardju’i, pejual Degan (Kelapa Muda) di Pasar Ramadhan, Cendrawasih, Sungailiat.

Mardju’i mengaku hanya jualan Degan selama bulan puasa saja. Ia bisa menjual lebih dari seratus butir Degan setiap harinya.

“Aku cuma jualan Degan selama bulan puasa, sehari bisa laku seratusan lebih lah. Hasil bersihnya, sekitar Rp 300.000 lebih per hari” akunya.

Mardju’i sudah pesan Degan sebelum puasa, dia dan temannya memetik dan mengambil langsung Dengan itu dari batangnya. Namun demikian, ia juga aharus mengeluarkan upah petik untuk si tukang panjat.

Penulis: ROMLAN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan