PEDAGANG PASAR IKAN PARIT TIGA OGAH PINDAH

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Disinyalir tidak adanya koordinasi antara pedagang yang menempati kios  dengan pemerintah kecamatan Parit Tiga, banyak  pedagang menolak menempati pasar baru yang sudah disediakan pemda setempat.

Bacaan Lainnya

Pawi (55) salah satu pedagang lama mengaku,menolak mentah – mentah untuk pindah ke tempat yang baru.  Karena, dia menilai, tempat yang baru lebih kecil dari tempat yang ditempati saat ini. Sehingga mereka tidak dengan leluasa untuk menempati dan memindahkan barang dagangan di tempat yang baru. Selain itu, dia juga menilai pasar yang dibangun pemerintah licin karena dibangun dengan lantai keramik. Sehingga, pembeli enggan masuk ke tempat yang baru karena takut terjatuh.   “Kami tidak berniat melawan Pemerintah,tapi harusnya pihak Pemerintah melihat ke lapangan dan mendengarkan keinginan kami. Saya ingin melihat aturan yang mengatur tentang pedagang di pasar ini,kok sekarang orang luar bisa dengan mudah berdagang disini,” ungkapnya pagi (16/03/17).

Hal senada diungkapkan H.Kodri (55), dirinya bersedia dipindah, asalkan tempat yang mereka tempati sekarang dirobohkan. Diakui H Kodri, setidaknya ada 30 pedagang yang menolak pindah. Pasalnya, mereka dulu pernah pindah ke lokasi baru. Namun, mereka rugi karena tidak ada pedagang yang datang karena kondisi pasar licin.

Sementara ketua BPD Desa Puput, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, Juharso ketika ditemui mengatakan kepengurusan atau asosiasi pedagang yang ada sekarang ini dibentuk tanpa melibatkan pihak Desa Puput. “Saya bersama pedagang di pasar ini,pernah menanyakan kepada Camat Parit Tiga mengenai pembentukan asosiasi pedagang, karena dulu dalam pertemuan bersama pemerintah Desa Puput. pedagang yang lama itu tidak diganggu gugat,”jelasnya.(Nop)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan