PEDAGANG PASAR KERABUT DAN PENGUSAHA, MINTA KEADILAN DAN KETEGASAN PEMKOT PANGKALPINANG

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Penertiban Pasar Kerabut yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Kota Pangkalpinang belum lama ini, ternyata meninggalkan sedikit kekecewaan yang melekat di sebagian hati para pedagang pasar tersebut.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, penertiban yang dilakukan pasukan Penegak Perda itu, diduga dilaksanakan dengan sistem Tebang Pilih. Hal ini diakui salah satu pedagang di Pasar Kerabut, Bujang (bukan nama sebenarnya) kepada wartawan, Kamis (16/03/2017).

Diakuinya, penertiban yang berlangsung sekitar satu jam itu, ternyata tidak selesai dilaksanakan oleh aparat yang diterjunkan, karena yang ditertibkan itu hanyalah Pasar Kerabut yang terletak di Jalan Jerambah Gantung saja, dan hanya yang tidak membayar sewa saja, akan tetapi pedagang yang berada di Jalan Fatmawati yang bayar uang sewa sama yang punya tanah, ternyata tidak dirobohkan dan cuma disuruh mundur saja.

” kami disini hanya mencari makan pak, bukan untuk jadi kaya. Namun kami mengakui salah, akan tetapi kalo mau ditertibkan, ya, tertibkan semuanya jangan sampai tebang pilih begini,” ungkapnya.

Selanjutnya ia menyebutkan, bahwa pasca penertiban kemarin sudah tiga hari dirinya tidak bisa berjualan sebagai mana mestinya, namun para pedagang lainnya yang tidak tergusur tetap bisa berjualan.

” Kalau seperti ini terus, bagaimana kami harus mencari nafkah untuk anak istri makan? Bagaimana nasib keluarga kami dan kalau memang mau ditertibkan ya harus ditertibkan semuanya,” sebutnya.

Kemudian dirinya berharap pemerintah memperhatikan nasibnya sebagai pedagang, kalau mau digusur digusur semuanya dan siapkan tempat untuk mereka berdagang kalau di pasar kerabut ini dilarang.

” Kalau di bubarkan, bubarkan semua! Dan kami mohon kepada pemerintah untuk mencari tempat jualan kami yang baru, sehingga kami mempunyai tempat baru untuk mencari makan,” pungkasnya

Sementara itu salah satu yang warga yang membuka usaha di sekitar lokasi pasar kerabut, Hen mengatakan, bahwa dengan adanya pasar tersebut, mengganggu para pelanggan yang akan berkunjung ke tempat usaha miliknya.

” Kalau sejujurnya, saya merasa sedikit terganggu dengan pasar tersebut karena mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya.

Selain itu dirinya mengatakan parkir kendaraan yang berada dihalaman pribadinya sering dimintai uang parkir, padahal saya menggratiskan,” ujarnya.

Dirinya berharap pemerintah dapat menyelesaikan permaslahan ini, karena masalah ini sudah lama belum terselesaikan, apalagi selain bau tak sedap yang disebabkan pasar arus lalu lintas jadi macet dan sering terjadinya kecelakaan.

” Saya berharap pihak pemerintah kota khususnya, untuk dapat tegas dan segera mentertibkan Pasar Kerabut, dikarenakan ada beberapa oknum tidak bertanggung jawab membuka lapak pasar secara ilegal dan tanpa izin baik IMB, SIG, SIUP, SITU disana,” pungkasnya. (3k0)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan