PEMBALAK LIAR MERAJALELA DI SIMPANG MUNGGU

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Aparat penegak hukum serta instansi terkait lainnya di Pemkab Bangka Tengah pada khususnya, juga di Provinsi Bangka Belitung pada umumnya, terkesan seperti menutup mata pada kehancuran ekosistem disejumlah Kawasan Hutan yang ada. Salah satunya Kawasan Hutan Produksi didaerah Simpang Munggu, Desa Puput, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah.

Bacaan Lainnya

Pantauan media ini, Selasa (20/12/2016), diduga telah terjadi pembalakan liar, nyata terlihat penebangan tersebut dilakukan secara serampangan, tapi diduga terkoordinir.

Salah satu sumber yang ditemui media ini, Thalib (56) asal Desa Penagan, Mendo Barat menuturkan, bahwa dirinya bersama sekelompok orang yang ditunjuk oleh Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, sedianya akan menanam bibit pohon akasia. Namun sempat terkejut, karena hutan rimbun yang diketahuinya dulu menaungi wilayah tersebut, kini telah musnah.

“Betul-betul kaget saya pak liat ini, hutan sudah rata dengan tanah dan hilang semua pohon-pohon besar yang tumbuh disini,” ungkap Thalib dilokasi.

Kehancuran Hutan Produksi ini ditenggarai dikoordinir oleh sejumlah oknum. Berdasarkan informasi dan fakta yang berhasil dihimpun dilapangan, bahwa diduga ada juragan Panglong Kayu asal Desa Terak, Kecamatan Simpang Katis, sebagai penadah kayu yang diduga berasal hasil jarahan di Kawasan Hutan tersebut.

“Itu sudah rahasia umum pak, hampir seluruh pekerja saya tau itu siapa yang menampung hasil kayu dari wilayah sini,” kata Thalib.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Sekretaris Daerah Pemkab Bangka Tengah, Sugianto, dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, Nazalyus, hingga berita ini dirilis belum bersedia menjawab pertanyaan yang diajukan oleh wartawan media ini. (L.H)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan