PEMBANGUNAN GEDUNG SMPN 3 PUDING BESAR DIDUGA ASAL JADI

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Jeleknya kwalitas pengerjaan proyek pembangunan gedung sekolah yang anggarannya bersumber dari dana hibah bantuan pemerintah Australia, satu demi satu terkuak. Setelah proyek pembangunan Gedung SMPN 3 Merawang beberapa waktu lalu sempat menuai sorotan. Hal yang serupa juga terjadi pada pengerjaan proyek pembangunan Gedung SMPN 3 Puding Besar.

Bacaan Lainnya

Hal ini diketahui setelah sejumlah awak media, Rabu (28/12/2016) siang berkunjung ke SMPN 3 Puding Besar. Gedung sekolah yang dibangun diatas lahan yang dihibahkan masyarakat Desa Nibung ini letaknya kurang lebih 500 meter dari jalan raya.

Terpantau, gedung sekolah yang baru diresmikan pada tanggal 20 Februari 2015 silam, dibangun melalui program pembangunan unit sekolah baru dengan mekanisme partisipasi masyarakat menggunakan dana hibah pemerintah Australia tahun anggaran 2014 sebesar Rp 2.365.726.000,00 saat ini kondisi dinding dibeberapa sisi gedung sudah terlihat retak-retak. Begitu juga dengan atap salah satu gedung sudah bocor, bahkan beberapa ruang plafon atapnya sudah mengelupas.

Dari pantauan terlihat jelas pengerjaan proyek pembangunan gedung sekolah tersebut terkesan dilakukan asal jadi, sehingga kwalitas bangunan tidak sesuai harapan. Diduga, hal ini terjadi karena pelaksana pekerjaan tidak memperhatikan kwalitas pekerjaan proyek.

Dari beberapa warga yang ditemui media ini dilokasi sekitar, sangat menyayangkan kondisi gedung sekolah yang belum genap setahun diresmikan namun kondisinya sudah meresahkan para orang tua murid.

“Terus terang, kami selaku orang tua murid kadang galau dengan kondisi gedung sekolah saat ini. Meskipun belum genap setahun diresmikan, tapi lihat keadaannya. Atapnya bocor, dinding-dindingnya retak, pelafonnya terlepas menganga. Belum lagi kayunya sudah dimakan rayap. Kami selaku warga di sini merasa sangat dirugikan dengan kwalitas bangunan gedung sekolah itu. Seharusnya dengan biaya anggaran bantuan dari Australia sebesar Rp 2,3 milyar lebih ini, bangunan gedung sekolah di desa kami ini sudah bagus dan megah serta nyaman,” ungkap warga setempat.

Diceritakan warga tersebut bahwa sejak mula pengerjaan proyek pembangunan gedung SMPN 3 itu sudah bermasalah. Pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi dan gambar pekerjaan.

“Yakin sekali kalau pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi dan gambar pekerjaan. Kayu yang dipakai dari kayu kertas dan sengon. Lihat saja sekarang sudah dimakan rayap” sebutnya.

Sementara itu ketua komisi A DPRD kabupaten Bangka, Maghrizan, dalam menanggapi adanya keluhan masyarakat terhadap kondisi SMPN 3 Puding Besar, pihaknya menyarankan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka dan pihak-pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan.

“Kami sarankan Diknas Kabupaten Bangka dan pihak pihak terkait segera lakukan perbaikan. Saat ini kami belum mendapatkan informasi lengkap terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan SMPN 3 Puding Besar tersebut. Semoga kegiatan belajar mengajar tetap bisa berlangsung normal sambil menunggu dilakukannya perbaikan terhadap kondisi bangunan seperti yang dikeluhkan masyarakat setempat,” jawabnya singkat via WhatsApp kepada wartawan media ini, Jum’at (30/12/2016).

Terpisah, Ketua LSM Generasi Tanpa Korupsi (LSM GTK) Bambang Susilo, Jum’at(30/12/2016) kepada media ini berjanji untuk mengangkat kasus tersebut keranah hukum.

“Ini sudah kelewatan, siapapun mereka akibat ulahnya akhirnya masyarakat lagi yang menjadi korban. Hal ini tidak boleh dibiarkan, saya bersama lembaga swadaya masyarakat akan mengumpulkan data data akurat dan selanjutnya meminta pihak penegak hukum untuk menyeret pihak pihak yang terlibat guna memintai pertanggung jawaban mereka,” pungkasnya.

Sayangnya hingga berita ini dirilis, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka, Padli S.Pd, belum memberikan tanggapan terkait hal tersebut. Upaya konfirmasi wartawan media ini, belum direspon oleh yang bersangkutan. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan