Pemilik Tanah Bantah Ada Komisi Untuk Camat

  • Whatsapp

BANGKA TENGAH — Menanggapi berita di salah satu media online, yang menyebutkan bahwa ada pemberian komisi penjualan tanah untuk pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Simpangkatis, sebesar 1000 Rupiah kepada Camat Simpangkatis, dibantah langsung oleh Hajar, pemilik tanah tersebut.

Dirinya mengaku, bahwa tidak pernah merasa memberikan komisi penjualan tanah kepada Camat seperti yang diisukan baru-baru ini.

“Demi Allah, saya tegaskan sekali lagi, saya tidak pernah ngasih komisi penjualan tanah ke Pak Camat. Jadi kalau ada yang bilang pak Camat dapat 1000 dari penjualan tanah, itu bohong,” ujarnya Selasa (17/11).

Lebih lanjut ia mengatakan, permasalahan ini perlu diluruskan, awalnya ceritanya seperti ini. Tahun 2019 dirinya menjual tanah tersebut untuk pembangunan Rumah Sakit Prtama dangan harga penawaran 7000/M.

“Begini ya, saya mau meluruskan cerita di luar tentang penjualan tanah ini. Kejadian ini sudah setahun lalu, tepatnya 2019. Waktu itu, Pak Kades dan Pak Kadus nyari tanah yang mau dijual untuk pebangunan Rumah Sakit Pratama, dan kebetulan anak saya waktu itu mau jual tanah. Terus saya tawarkan tanah kepada pembeli dengan harga 7000 Rupiah per meter persegi, namun di tawar menjadi 6000 Rupiah dan Deal di harga itu. Jadi pada intinya, masalah jual beli tanah ini tidak ada pungutan ataupun komisi untuk pak Camat,” terangnya

Sementara itu Camat Simpang Katis Roy Haris menyatakan, dirinya sangat keberatan dengan isu yang menyebutkan ia mendapatkan komisi dari penjualan tanah tersebut.

“Jelas saya sangat keberatan, karena ini tidak benar dan fitnah, karena saya tidak ikut campur masalah ini. Dan perlu diketahui, jual beli ini terjadi 2019 lalu,” pungkasnya. ( Hari Yana)

Pos terkait