Pemkot Pangkalpinang Lakukan Pebelebaran di beberapa Titik Ruas Jalan

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM—- Kepala Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar mengatakan saat ini Pemerintah kota Pangkalpinang sedang melakukan pelebaran jalan dibeberapa titik di Kota Pangkalpinang.

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, peleberan jalam ini dilakukan karena adanya peningkatan yang dilihat dari lalu lintas harian rata-rata Harian.

“Pelebaran jalan ini dikukan bukan karena dilihat macet apa tidaknya, akan tetapi melihat lalu lintas harian rata-rata (LHR) yang mengalami peningkatan. Jadi hal ini perlu dilakukan untuk antisipasi. Nah inilah dasar kami melakukan pelebaran jalan dibeberapa titik jalan di Kota Pangkalpinang. Kalau terjadi peningkatan 1-3 persen volume kendaraan yang lewat disitu artinya perlu di antisipasi,” ungkap Parlan kepada sejumlah awak media, Senin(07/08/2017) di ruang kerjanya.

Selanjutnya ia mengatakan pelebaran jalan perlu dilakukan mengingat saat ini ruas jalan dikota Pangkalpinang rata-rata 4,5- 5 meter. Sesuai undang-undang jalan, tidak boleh ditanami tanaman dipinggir jalan. Yang namanya jalan itu adalah hak pengguna jalan.

“Berdasarkan survei LHR kami, perlu adanya peningkatan kapasitas jalan. Kalau jalan kita maksimal 3A, dan dibawahnya itu ada 3B, 3C. Kalau pun ada peningkatan-peningkatan yang signifikan berkaitan masalah struktur. Penyesuaian dengan luas jalan yang sama diatas 3A, berarti itu harus dihitung benar-benar, misalnya jalan tersebut dilewati kontainer, mobil yang berkapasitas besar,” ujarnya.

Sementara untuk dana yang digunakan dalam pelebaran jalan, Suparlan menyebutkan dana tersebut berasal dari dana DAK. Tahun ini dana pelebaran jalan sebesar 18,7 milyar untuk peningkatan kualitas jalan. Kalau dari dana APBD kita sendiri hanya untuk pemeliharaan jalan yang ada, sepertinjalan yang berlobang.

“Kami sudah berkomitmen untuk dana peningkatan jalan tidak perlu menggunakan dana daerah, kita usulkan langsung ke pusat. Biar nanti kita lobi-lobi langsung kepusat. Tapi dengan syarat dari daerah harus ada kontribusi juga sebesar 10 persen,” pungkasnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan