PENAMBANG SESALKAN PANITIA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB

  • Whatsapp

img20161121144837 img20161121150627

KABARBANGKA.COM — Penambang TI Apung yang menambang timah secara ilegal diperairan laut Selindung, Desa Air Putih, Kecamatan Muntok, menyesalkan ‘Oknum Panitia’ yang tidak mau bertanggung jawab saat ada razia petugas.

Bacaan Lainnya

Padahal, puluhan oknum yang mengklaim sebagai ‘Panitia’ itu sudah mengambil 25% timah hasil kerja penambang. Dengan rincian 15% untuk jatah Fee Desa, dan 10% untuk ‘Jatah’ panitia.

“Panitia disini ngambil 15% dari hasil timah kami untuk jatah Fee Desa, ada lagi 10% untuk jatah panitia. Tapi waktu ada razia begini, tidak satupun dari pantia itu yang mau bertanggung jawab” sesal Sudir, warga asal Palembang yang mengaku tinggal di Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, yang diamini sejumlah penambang lainnya.

Kepada sejumlah wartawan, Sudir mengaku baru pindah dari pantai Pasir Panjang, dan baru 3 hari menambang timah diperairan laut Selindung.

“Kami baru pindah dari laut Pasir Panjang (Jebus), baru 3 hari kerja disini. Hasilnya baru dapat timah sekitar 50 Kg” akunya.

Sudir Cs mengungkapkan, ada sekitar 40-50 orang yang mengaku sebagai Panitia, yang dikoordinir oleh JH.

“Panitianya itu ada sekitar 40-50 orang, katanya mereka orang kampung sinilah, koordinatornya biasa dipanggil Bos JH” terangnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan