PENYIDIK DJBC KEPRI BENARKAN 9,94 TON TIMAH YANG DIAMANKAN, DIDUGA BEARASAL DARI BELINYU

  • Whatsapp

timah_20161018_184807

KABARBANGKA.COM — Kasi Sarops Direktorat Jendral Bea & Cukai Wilayah Khusus Kepulauan Riau, Golman Purba, seizin Kabid Penindakan Dan Sarops, Raden Evi Suhartanto, dan seizin Kepala Kantor DJBC Wilayah Khusus KEPRI, Parijaya, membenarkan pihaknya telah mengamankan 9,94 ton pasir timah yang diduga berasal dari Belinyu (Bangka), diperairan Pulau Repong, Sabtu (15/10/2016) sekira pukul 16.00 WIB petang. Pasir timah tersebut diduga akan diselundupkan ke Kuantan (Malaysia).

Bacaan Lainnya

“Benar, kalau dilihat dari Rute laut yang mereka lalui, pasir timah itu diduga berasal dari Belinyu (Bangka)” ungkap Golman Purba diruang kerjanya, Jum’at (21/10/2016) pagi.

Dijelaskannya, awalnya Tim Intelijen DJBC Wilayah Khusus KEPRI mendapat informasi dari masyarakat, bahwa akan ada kegiatan penyelundupan pasir timah dari Belinyu (Kepulauan Bangka Belitung) dengan tujuan Kuantan (Malaysia). Pasir timah itu diangkut menggunakan KM AMANAH GT.23, dengan sejumlah ABK.

“Awalnya anggota Intelijen kita (DJBC KEPRI) menerima informasi dari masyarakat, bahwa akan ada penyelundupan pasir timah dari Belinyu (Bangka) ke Kuantan (Malaysia), dengan mengunakan KM AMANAH GT 23. Mendapat informasi tersebut, anggota yang ada di Kapal Patroli BC-20008 berupaya melakukan pemantauan. Dan ternyata, informasi tersebut benar adanya. KM AMANAH berhasil dicegat dan diamankan di Perairan Pulau Repong, Sabtu (15/10/2016) sekira pukul 16.00 WIB. Juru Mudi membawa KM AMANAH kepantai, dan mengandaskannya. Mereka kemudian melarikan diri kedalam hutan. Jadi, tidak ada ABK yang diamankan” urai Gulman Purba.

Sebagaimana yang ramai diwartakan, Kapal Patroli BC-20008 milik DJBC Wilayah Khusus KEPRI, dikabarkan berhasil mencegat KM AMANAH GT 23, diperairan Pulau Repong, Propinsi KEPRI. KM AMANAH tersebut membawa 9,94 ton pasir timah yang diduga kuat berasal dari Belinyu (Bangka).

Pada saat penegahan, Juru Mudi KM AMANAH GT.23 yang diduga sebagai alat pengangkut pasir timah tersebut, berupaya melarikan diri dengan cara mengandaskan kapalnya ke pantai Pulau Repong, dan ABK KM AMANAH GT.23 langsung berlari kedalam hutan untuk menghindar dari pengejaran petugas.

Petugas Bea dan Cukai yang beberapa saat menunggu ABK yang tidak juga muncul, akhirnya petugas pun memutuskan untuk membawa KM AMANAH GT.23 ke Kantor DJBC Wilayah Khusus Kepulauan Riau, yang bermarkas di Tanjung Balai Karimun, untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. (Robi Karnito / M. Topan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan