PENYIDIK TETAPKAN SATU ORANG TERSANGKA KASUS OBAT-OBATAN TIE

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Kepolisian Daerah Kep Babel Bersama BPOM Pangkalpinang, Menggelar Konfrensi Pers terkait Penangkapan Obat obatan tradisional dan Kosmetik Tanpa Izin Edar (TIE) serta Obat obatan keras tanpa memiliki keahlian dan kewenangan, Selasa (24/01) di Rupattama Mapolda Babel.

Bacaan Lainnya

Satu orang ditetapkan tersangka, dalam kasus dugaan peredaran obat dan kosmetik ilegal yang diusut petugas gabungan BPOM dan Subdit 1 Dit Reskrimsus, Polda Bangka Belitung.

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Drs. Anton Wahono, status tersangka tersebut ditetapkan setelah dilakukan Penyidikan oleh Subdit 1 Dit Reskrimsus, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B-45/ I/ 2017/BABEL/ SPKT tanggal 18 Januari 2017, atas nama Pelapor berinisial ISW, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPOM Propinsi Bangka Belitung, terhadap satu orang berinisial KR als RN, warga Jalan Air Nangka, Desa Kace Timur, Kabupaten Bangka.

“Setelah penyidik memeriksa pelapor dan para saksi serta ahli dari BPOM Prov. Kep. Babel dan ahli Dinas Kesehatan Prov. Kep. Babel, lalu menetapkan KR sebagai tersangka, dan akhirnya tersangka ditangkap dan diperiksa Penyidik. Setelah diperoleh 2 alat bukti minimal, tersangka ditahan di Rutan Polda Kep. Babel,” kata Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Drs. Anton Wahono, didampingi Kepala BPOM Babel Ibu Rosi, Waka Polda Kombes Pol Drs. Istiono, Direktur Reskrimsus Kombes Pol Mukti Juharsa SIK dan Kabid Humas AKBP Abdul Mun’im, dalam Konferensi Pers di Rupattama Polda Babel, Selasa (24/1/2017) pagi.

Tersangka KR telah disangka melanggar Pasal 197 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang ancaman hukuman pidananya paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar dan atau Pasal 198 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana denda paling banyak Rp 100 juta.

Sebelumnya, Petugas dari Subdit I Ditres Krimsus dibawah pimpinan Kasubdit I AKBP Rully Tirta Lesmana SIK.MH melakukan lidik secara intensif, pada Rabu (18/1/2017) pukul 15.30 WIB. Setelah mendapat informasi adanya peredaran obat tradisional, jamu dan obat keras serta kosmetik yang diduga mengandung bahan kimia dan tidak memiliki iiin edar atau tanpa keahlian yang diduga dilakukan oleh KR.

Sesuai info tersebut, polisi mengamankan KR dan melakukan penggeledahan. Polisi menemukan barang bukti berbagai jenis obat, jamu dan kosmetik illegal di rumah tersangka dan di dalam mobil box Mitsubishi Colt T yang terparkir di halaman rumah. Selanjutnya tersangka dan berbagai jenis barang bukti diamankan di Mako Ditreskrimsus Polda Kep. Babel guna proses penyidikan lebih lanjut.

Dikatakan Kapolda, tersangka diduga mengedarkan sediaan farmasi, berupa obat dan kosmetik yang tidak memiliki ijin edar sebagaimana dimaksud unsur Pasal 197 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau dugaan melakukan praktek kefarmasian tanpa memiliki keahlian dan kewenangan sebagaimana dimaksud dalam unsur Pasal 198 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, yang terjadi di Pasar Pasar Malam di wilayah Desa xPetaling Kabupaten Bangka dan tempat lainnya pada 18 Januari 2017.

Dalam pengeledahan, polisi menyita barang bukti berupa, kosmetik diduga mengandung bahan kimia berbahaya atau tidak memiliki ijin edar sebanyak 47 item dengan total 2.212 pcs; Obat-obat keras yang diedarkan tanpa keahlian sebanyak 52 item dengan Total 10.032 Pcs;

Obat-obat tradisional dan jamu tidal memiliki ijin edar dan mengandung bahan kimia sebanyak 54 item dengan total 3.465 Pcs.

Kapolda Babel BRIGJENPOL Drs, Anton Wahono, menghimbau kepada masyarakat Bangka Belitung untuk membeli obat dan kosmetik di apotik resmi.

“Jangan membeli obat di Pasaran yng belum jelas meskipun dengan harga murah,” pesannya.

“Obat dan kosmetik yang tanpa ijin edar ini ada yang mengandung merkuri yang dapat menyebabkan penyakit kulit dan kanker,” tambah Kepala BPOM Babel Ibu Rosi dalam konfrensi Pers. (3K0)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan