Penyidik Tunggu Fakta Persidangan

  • Whatsapp
Kasi Pidsus Kejari Bangka
M. Fandie Hasibuan, SH

KABARBANGKA.COM — Sebagai penegak hukum, Penyidik Pidsus Kejari Bangka tidak bisa begitu saja menindak Ferianto hanya berdasarkan desakan dari pengacara Silviana Prihartini, terdakwa perkara dugaan Korupsi Dana Bansos Kematian di DPPKAD Kabupaten Bangka, yang meminta penyidik segera menetapkan Ferianto sebagai tersangka dan melakukan penahanan terhadapnya.

Hal itu ditegaskan Kajari Bangka Supardi SH, melalui Kasi Pidsus M. Fandie Hasibuan SH, menanggapi pernyataan Jaelani SH, selaku pengacara terdakwa Silviana Prihartini. Pasalnya menurut Jaelani, Ferianto selayaknya ditetapkan sebagai tersangka, lantaran diduga turut terlibat dalam pusaran kasus korupsi yang menyeret kliennya.

Bacaan Lainnya

“Kami selaku penegak hukum tentunya tidak bisa begitu saja melakukan tindakan hukum kepada Ferianto, hanya karena desakan pengacara Silvi, dalam perkara kasus Korupsi Dana Bansos tersebut. Kami akan menindaklanjutinya, apabila¬† di persidangan nanti terdakwa Silvi mengungkapkan di hadapan majelis hakim, bahwa si Ferianto menerima uang dari Silvi dengan disertai bukti – bukti ataupun saksi, baru kami segera menindaknya dengan memanggil Ferianto untuk lakukan pemeriksaan ulang,” terang Fandie di ruang kerjanya, Rabu (20/9/2017).

Pasalnya, kata Fandie, penetapan tersangka dalam perkara kasus korupsi harus sesuai peraturan perundang – undangan.

“Dalam peraturan perundang – undangan disebutkan, bahwa aparat penegak hukum dalam hal ini penyidik, di dalam menetapkan tersangka harus memiliki dua alat bukti yang cukup, tidak hanya dengan keterangan dari si pengacara terdakwa lalu ditetapkan seseorang tersangka, bisa – bisa nantinya kami digugat (di Pra Peradilan, red),” sindirnya.

Terkait dengan oknum – oknum yang dituding oleh pengacara terdakwa, ikut menikmati uang korupsi dana bansos itu, Fandie yang belum genap 100 hari menjabat Kasi Pidsus Kejari Bangka ini mengaku tidak mau berasumsi, meskipun dirinya tidak punya beban.

“Terkait oknum si A, si B ataupun si C, yang katanya juga menikmati uang Dana Bansos itu, saya tidak mau berasumsi, meskipun saya tidak punya beban saat ini, karena belum melihat fakta di persidangan. Saya sudah menggelar rapat dengan teman – teman penyidik yang menangani perkara ini untuk menentukan langkah – langkah yang akan dianbil. Maka percayalah, Kejari Bangka tidak akan lakukan penegakan hukum yang tebang pilih. Siapapun dan apapun jabatannya, bagi yang¬† terbukti terlibat dalam perbuatan tindak pidana korupsi Dana Bansos ini, akan kami proses sesuai ketentuan perundang – undangan, dengan dua alat bukti yang cukup,” tegasnya.

Diwartakan sebelumnya, Jaelani SH selaku pengacara Silviana Prihartini, terdakwa perkara dugaan korupsi Dana Bansos Kematian di DPPKAD Kabupaten Bangka, meminta penyidik Pidsus Kejari Bangka menetapkan Feriyanto sebagai tersangka dan ditahan. Menurut Jaelani, berdasarkan keterangan dan bukti-bukti yang dimiliki oleh kliennya, Ferianto ini tergolong ‘aktif’ meminta dan mengambil uang dari Silvi, yang ‘katanya’ untuk diberikan kepada oknum tertentu. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan