Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Master Plan RSUD Depati Hamzah Dihentikan

  • Whatsapp

  

KABARBANGKA.COM– Masih ingat dengan perkara dugaan korupsi pembuatan Detail Enginering Design (DED) atau Master Plan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang? Proyek dianggarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Pangkalpinang ini, beberapa waktu lalu sudah ditangani oleh penyidik Pidsus Kejati Babel.

Bacaan Lainnya

Kajati Babel Happy Hadiastuty menegaskan, dugaann korupsi DED atau Master Plan RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang itu, merupakan salah satu dari empat perkara kasus korupsi yang dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Namun kabar terbaru yang diterima wartawan media ini, penyidikan perkara kasus tersebut sudah dihentikan alias SP3.

Hal tersebut disampaikan Kajati Babel Happy Hadiastuti, melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum), Roy Arland, ketika dikonfirmasi terkait perkembangan penyidikan perkara kasus korupsi DED atau Master Plan RSUD Pangkalpinang, Rabu (19/7/2017).

“Sudah dihentikan,” jawab Roy singkat via aplikasi WA mesenger.

Masih kata Roy, alasan penghentian penyidikan perkara kasus itu lantaran penyidik tidak menemukan cukup bukti adanya kerugian negara.

“Tidak ditemukan cukup bukti adanya kerugian negara,” tutupnya.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung Happy Hadiastuty, di dampingi Asspidsus Patris Yusrian Jaya, dan Assintel Said Muhammad beserta pejabat lainnya, menguraikan dari sejumlah kasus yang ditangani Kejati Babel pada Triwulan I Tahun Anggaran 2017, satu diantaranya adalah dugaan korupsi pembuatan DED atau Master Plan RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang.

Dikatakannya, empat kasus yang naik status dari penyelidikan ke tahap penyidikan dalam Triwulan I itu yakni, dugaan korupsi Dana Bergulir Koperasi, Master Plan RSUD Pangkalpinang, Pengadaan Bibit di Basel dan pengerukan Alur Muara Jelitik oleh PT Pulomas Sentosa.

”Itu semua empat kasus yang naek status dan kami akan dalami itu. Kami akan tetap terus jalan apabila kami memiliki bukti seminimal mungkin,” bebernya.

Menurut Happy, kasus Master Plan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang yang, dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Pangkalpinang dengan pagu dana 5,4 M dinaikkan kepenyidikan, setelah adanya indikasi terjadinya mark up dan manipulasi tenaga ahli. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan