Perangi Kemiskinan Dan Kesenjangan Ekonomi Pemerintah Gelontorkan 1.443,3 Trilyun

  • Whatsapp
Presiden RI, Jokowi saat launching Kartu Indonesia Pintar. Sumber foto: rmolco

KABARBANGKA.COM — Dalam pidato pengantar nota keuangan 2018 di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu, 16/08, Jokowi mengatakan, belanja negara tahun depan yang direncanakan sebesar Rp 2.204,4 triliun akan diarahkan utamanya untuk pengurangan kemiskinan dan kesenjangan ekonomi.

Caranya dengan meningkatkan efektivitas program perlindungan sosial, penajaman belanja pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Bacaan Lainnya

Pengurangan kemiskinan dan kesenjangan ekonomi memang menjadi salah satu fokus belanja pemerintah pusat tahun depan yang sebesar Rp 1.443,3 triliun atau 65,5% dari total belanja negara.

Upaya itu dilakukan lewat beberapa program, antara lain penambahan penerima manfaat Program Keluarga Harapan menjadi 10 juta keluarga dari sebelumnya 6 juta keluarga dan penerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) yang skemanya diubah dari pembagian beras sejahtera (rastra).

“Pemerintah mengalihkan penyaluran bantuan pangan rastra menjadi bantuan pangan nontunai dan akan diperluas penerima manfaatnya,” kata Jokowi.

Upaya lainnya adalah penambahan penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan sebanyak 92,4 juta orang dan program Indonesia Pintar yang menyasar 19,7 juta siswa dan 401.500 mahasiswa. Selain itu, alokasi bantuan operasional sekolah yang menjangkau 262.100 sekolah umum dan madrasah.

Perluasan penerima sejumlah program tersebut tercermin dari peningkatan anggaran Kementerian Sosial pada tahun depan sebesar Rp 34 triliun, atau naik hampir dua kali lipat dari anggaran tahun ini yang mencapai Rp 17,2 triliun.
Secara keseluruhan, pemerintah menganggarkan program penanggulangan kemiskinan dan dukungan masyarakat berpendapatan rendah sebesar Rp 292,8 triliun.

Anggaran itu terdiri dari subsidi di luar subsidi pajak Rp 161,6 triliun; Program Keluarga Harapan Rp 17,3 triliun, dan Program Indonesia Pintar Rp 10,8 triliun.

Selain itu, anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi warga miskin sebesar Rp 25,5 triliun; bantuan pangan Rp 13,5 triliun; bidik misi Rp 4,1 triliun; serta dana desa Rp 60 triliun.

source: katadata
editor: LH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan