PERBAIKAN JEMBATAN BATURUSA YANG MENELAN DANA HAMPIR 4 MILYAR DIPERTANYAKAN

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Proyek pengerjaan pemeliharaan berkala pada jembatan Baturusa Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, hingga kini masih menyisakan pertanyaan, khususnya bagi pegiat anti korupsi dan masyarakat pengguna jalan.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, kondisi Jembatan baturusa sebelum adanya pengerjaan perbaikan, dengan kondisi setelah perbaikan tidak ditemukan sesuatu perbedaan signifikan, kecuali pemasangan lapisan plat pada dinding trotoar jembatan.

Terpantau, Rabu(4/1/2017) sore, kondisi bagian bawah Jembatan Baturusa tersebut dari tiang pancang jembatan tidak mengalami perubahan. Begitu juga lantai jembatan bagian bawah, tidak terlihat adanya perubahan kecuali baut pengencang rangka jembatan yang terlihat lebih sedikit berwarna.

Sementara itu kondisi Oprit Jembatan dibeberapa sisi terlihat retak terbelah, padahal jembatan tersebut baru saja selesai perbaikan, bahkan biaya perbaikan yang digelontorkan pemerintah pusat mencapai Rp 3.568.420.000 (3,5 milyar lebih).

Bambang Susilo, selaku ketua LSM Generasi Tanpa Korupsi (GTK) Babel, menengarai adanya kejanggalan dengan proyek pengerjaan perbaikan Jembatan Baturusa yang menelan dana hingga 3,5 milyar lebih itu.

“Terus terang, saya merasa ragu dan terasa ada yang janggal dengan anggaran pemeliharaan jembatan mencapai hampir 4 milyar, namun pengerjaan yang berlangsung selama ini terkesan hanya berkutat dibagian pengencangan baut dan pengecatan pinggir jembatan, serta pemasangan plat trotoar,” ungkapnya kepada media ini, Rabu (04/01/2017) petang.

Dia menambahkan, sudah seharusnya pihak aparat dalam hal ini kejaksaan ataupun tim Tipikor Polda Babel segera turun kelapangan, untuk menelisik penggunaan anggaran perbaikan jembatan tersebut.

“Tidak hanya Jembatan Baturusa, termasuk juga proyek perbaikan Jembatan Selindung yang anggarannya mencapai hampir 3 Milyar. Kami sebagai masyarakat pengguna jalan dan jembatan, bahkan tidak merasa aman dengan kondisi oprit jembatan yang sudah retak terbelah itu,” tegas Bambang.

Sementara pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek pengerjaan pemeliharaan berkala, Hendra, yang dihubungi media ini menyebutkan, bahwa pengerjaan perbaikan jembatan yang baru selesai itu hanya meliputi perkuatan rangka baja external stressing, plat pejalan kaki trotoar dan pengencangan baut.

“Untuk pengerjaan perbaikan Jembatan Baturusa yang baru selesai itu, hanya meliputi perkuatan rangka baja external stressing, plat pejalan kaki trotoar dan pengencangan baut. Sedangkan untuk perbaikan oprit jembatan tidak ada,” tulis Hendra via sms yang dikirimkan kepada media ini saat dikonfirmasi terkait pengerjaan perbaikan jembatan yang menelan dana mencapai 3 Milyar lebih sementara kondisi oprit jembatan masih retak-retak dan terbelah.

Hendra menambahkan, kalau ada kerusakan di oprit jembatan silahkan dilaporkan ke pengawas pelaksanaan jalan nasional (P2JN) untuk dianggarkan di tahun 2017.

“Kalau ada kerusakan di oprit jembatan, bapak lapor aja ke pengawas pelaksanaan jalan nasional (P2JN) untuk dianggarkan di tahun 2017 nanti,” tambahnya.

Sayangnya hingga berita ini diturunkan pihak PT. Bina Mulya Lampung, selaku kontraktor pelaksana pekerjaan belum berhasil dikonfirmasi. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan