Perjuangan Guru SD 26 Riding Panjang Belinyu, Rela Mengajar Hingga ke Pelosok

  • Whatsapp
Proses belajar mengajar guru SD 26 Riding Panjang di salah satu rumah peserta didik. ( Foto: Randhu Oktora )

BANGKA —  Besarnya dampak virus Corona tidak hanya menyerang perekonomian tapi juga dunia pendidikan. Seperti yang terjadi pada SD 26 Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu.

Dampak Covid – 19 membuat para staf pengajarnya rela mendatangi satu per satu rumah peserta didiknya hanya demi memberikan pelajaran kepada siswa yang hampir kurang lebih setengah tahun tidak menginjakkan kaki di sekolah.

Tidak hanya itu, para guru atau staf pengajarnya pun rela mendatangi daerah pedalaman hingga ke pelosok seperti Dusun Kelapa Hutan, Dusun Gunung Kapas, Jelutung serta daerah Jintan yang notabane masih dalam wilayah Desa Riding Panjang. Kegiatan belajar mengajar ini dilakukan mulai dari hari Senin hingga Sabtu, dari pagi hingga siang hari.

Kepala Sekolah SD 26 Riding Panjang Sudarsih menuturkan, mereka rela melakukan hal tersebut agar para peserta didik dibawah asuhannya tetap bisa belajar. Menurutnya, ini adalah salah satu solusi terbaik yang digagas oleh pihaknya.

” Ini memang kami yang adakan Pak, jadi sistem seperti door to door, kemarin sudah kami rapatkan sebelumnya, agar para siswa-siswa kami tetap bisa belajar Pak, dari kelas 1 sampe kelas 6 kita datangi dan memberikan pelajaran Pak,” kata Sudarsih ketika ditemui di ruang kerjanya di SD 26 Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu, Kamis ( 6/8/2020 ).

Meskipun di daerah pelosok, Sudarsih mengatakan, pihaknya juga tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu wajib masker saat proses belajar mengajar berlangsung.

Dia menambahkan, proses belajar mengajarnya pun dilakukan diberbagai tempat seperti musholla, posyandu dan dirumah warga yang berteras luas.

Menurut Sudarsih, sangking lamanya libur sekolah animo para siswa untuk belajar pun sudah berkurang, apalagi para siswa banyak yang tidak punya smartphone sebagai pendukung proses belajar mengajar.

” Orang tua siswa atau siswa banyak gak punya HP android, susah memberi informasi terutama kepada orang tuanya atau wali, hanya ada beberapa saja yang punya, untuk kami memberikan informasi misalkan jadwal belajarnya, kalau minat siswa belajar, ya sudah berkurang, lantaran sudah lama libur,” jelasnya.

Namun sisi positif yang didapatkan dari situasi ini kata Sudarsih, para guru dapat bertemu langsung dengan siswa maupun orang tuanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah setempat belum memberikan informasi terkait pemberlakuan proses belajar mengajar normal seperti biasa. ( * )



Reporter : Randhu Oktora || Editor : SK

Pos terkait