Perut Terburai, Nayawa Amri Terselamatkan

  • Whatsapp

 

Bacaan Lainnya

KABARBANGKA. COM — Aktivitas Penambangan Ilegal yang beroperasi selama beberapa tahun ini di Sekitar perairan laut Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, yang selama ini “Adem Ayem” mengakibatkan korban luka.

Amri (41), seoorang pekerja tambang harus dilarikan ke Rumah Sakit, usai mengalami kecelakaan kerja diatas Ponton TI Apung tempatnya bekerja, Jum’at (22/09/2017). Dilihat dari foto yang beredar dikalangan wartawan, nampak perut korban terkoyak, sehingga bagian dalam perutnya keluar. Beruntung, kejadian itu tidak merenggut nyawa Amri.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Hendro Kusmayadi SIK, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Iya, betul, hari jumat kemarin. Tapi sekarang korban sudah di RSBT Pangkalpinang, kondisi membaik” kata AKBP Hendro Kusmayadi, Sabtu (23/09/2017) malam.

Terpisah, Kapolsek Tempilang IPDA Asrian Tomi seizin Kapolres Bangka Barat mengatakan, kejadian kecelakaan kerja ini terjadi di Ponton TI Apung milik Angel, di perairan Pantai Lampu Merah Desa Benteng Kota, Kecamatan Tempilang.

Lebih lanjut dirinya menyebutkan, untuk identitas korban sendiri diketahui adalah salah satu orang pekerja TI, Yakni Amri (41) warga pendatang yang ngecamp di Dusun Lampu Merah.

Kemudian Tomi menjelaskan kejadian ini bermula saat korban (Amri-red) bersama rekannya, yakni Depro, Take, Adam dan Icang sedang memperbaiki mesin Ti Apung milik Angel.

” Lalu pada saat korban hendak menarik tali untuk menghidupkan mesin, tiba-tiba tali yang ditarik korban tertarik oleh mesin TI tersebut, sehingga besi pada ujung tali yang dipegang olehnya mengenai perut dan menyebabkan luka robek pada perutnya,” jelas IPDA Asrian Tomi melalui pesan singkat Whatsapp, Sabtu (23/09/2017).

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan disekitar lokasi desa tempat, kejadian diketahui korban sudah dilarikan ke salah satu Rumah Sakit di Pangkalpinang untuk menjalani operasi.

“Sekarang kondisi korban sudah membaik, sudah bisa komunikasi” tukas IPDA Asrian Tomi.

 

Reporter : Eko Septianto Rasyim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan