Petani Desa Namang Kembangkan Tanaman Porang

  • Whatsapp

BANGKA TENGAH — Dinilai memiliki nilai ekonomi yang tinggi, petani desa Namang Kecamantan Namang Kabupaten Bangka Tengah mulai mengembangkan tanaman Porang.

Menurut Zaiwan selaku pengelola Hutan keanekaragaman hayati Pelawan Desa Namang mengatakan, tanaman Porang ini dinilai mampu menjadi alternatif dalam meningkatkan ekonomi Petani di tengah Pandemi Covid-19.

“Melihat potensi yang besar dalam pengembangan tanaman Porang ini, ditahap awal ini kita sudah menyiapkan lahan seluas 10 Hektar, untuk itu kita mengajak masyarakat desa agar terus berinovasi mengembangkan Porang yang dapat di tumpang sari dengan tanaman lokal seperti lada dan pelawan,”ujarnya Rabu (21/10/2020).

Lebih lanjut Zaiwan, dengan tumpang sari tanaman Porang dan lada serta pelawan sangat mengutungkan, terlebih lagi Porang mampu di panen hanya dengan kurun waktu 8 bulan.

“Dengan sistem tumpang sari bisa sangat menguntungkan, mengingat daun pelawan bisa di jadikan teh, dan bunganya bisa di hisap madu. Sedangkan lada juga bisa di produksi, dimana porang membutuhkan tanaman peneduh hingga 40 persen,”terangnya.

Sementara itu Mustofa salah seorang petani Porang mengatakan, di tengah Pandemi Covid-19 seperti ini, tanaman Porang bisa menjadi Alternatif yang sangat tepat untuk meningkatkan ekonomi petani.

“Dimasa Pandemi ini sangat bagus untuk dikembangkan karena memilik nilai jual yang tinggi, apalagi sejumlah komuditi pertanian lain harganya anjlok, tapi Porang harganya tetap tinggi. Setidaknya ada 12 negara yang siap menerima, namun kita baru bisa memenuhi 20 persen kebutuhan negara Jepang,”ungkapnya.

Melihat tanaman Porang memiliki potensi besar untuk di kembangkan, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Roesman, datang langsug ke areal meninjau perkebunan Porang, dan ia pun menyempatkan diri melakukan penanam bibit Porang bersama petani setempat.

“Tanaman Porang ini memang komuditi baru di Babel, dan pekan depan sekitar 200 orang petani yang ada akan menandatangani kontrak bersama Bank Syariah untuk permodalan pertanian Porang. Bahkan saat ini sudah ada perjanjian pembelian hasil panen dengan perusahaan,”pungkas Erzaldi. (Hari Yana)

Pos terkait