PLEDOI ABANG FAIZAL : TUNTUTAN JAKSA MURNI BUKAN PENEGAKAN HUKUM TAPI PELAMPIASAN DENDAM KUSUMAT

  • Whatsapp

img_20161130_160450

KABARBANGKA.COM — Sidang perkara kasus korupsi Home Stay Muntok terus bergulir di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Rabu (30/11/2016) siang, giliran terdakwa Abang Faizal membacakan Pledoi (Nota Pembelaan) dihadapan majelis hakim yang diketuai Setyanto Hermawan. Inti pledoinya menolak seluruh tuduhan serta tuntutan dengan akumulatif 10 tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat. Namun dalam Pledoinya, terdakwa Abang Faisal masih menyebutnya dengan nama Kejari Muntok.

Bacaan Lainnya

Menurut Abang Faizal dalam Pledoinya, tuntutan tim JPU dari Kejari Muntok (Kejari Babar) yang diketuai Adi Purnama itu tidak masuk akal, juga sudah tidak murni lagi sebagai sebuah penegakan hukum, melainkan pelampiasan dendam kesumat.

Dia menguraikan soal tuduhan uang CSR yang dinilai jaksa sebagai uang negara itu. Dikatakanya, pihak PT Timah sendiri melalui Corporate Lawyer PT Timah, Deni Firdaus menyatakan, CSR PT Timah yang dibantukan kepada Bangka Barat melalui Asosiasi Homestay Muntok bukan uang negara. Dan PT Timah tidak pernah mempermasalahkan tentang penggunaan dana CSR putus untuk kegiatan tersebut.

“Gencarnya kegiatan Kejari Muntok untuk pengumpulan data dikasus ini, mendorong saya untuk mendatangi Corporate Lawyer PT. Timah, bapak Deny Firdaus. Bahkan dikatakanya (Deny Firdaus) sebenarnya tidak ada kewajiban dari pengguna anggaran untuk membuat laporan pertanggungjawaban, namun yang penting kegiatannya tidak fiktip” katanya.

Dia juga menceritakan soal sikap buruk jaksa berupa dendam kesumat yang diketuai Adi Purnama (Kasi Pidsus). Dimana jaksa yang bersikap diluar koridor hukum dengan membuat fitnah ditengah masyarakat Muntok soal terdakwa telah menyalahgunakan dana CSR, padahal masih dalam proses hukum.

“Bahwa pihak penyidik dengan nyata menyampaikan kepada teman-teman saya yang juga sempat mengajukan proposal bantuan CSR ke PT. TIMAH Tbk, bahwa proposal yang mereka usulkan ke PT. TIMAH Tbk disetujui dan uangnya ada di Abang Faizal, sama seperti yang diungkapkan oleh saksi JPU dari Sanggar Seruni, ibu Anisah. Bahwa dia mengetahui ada dana profosal mereka cair dari JPU saat penyelidikan, dan hal ini seperti ada pengiringan Opini Publik. Tentulah masyarakat awam akan sangat meyakini informasi tersebut, karena mereka mendapatkan informasi tersebut dari pihak penegak hukum yang telah diambil sumpah untuk menegakkan keadilan dan kebenaran,” sesalnya.

Penyebaran isu fitnah tersebut juga dikatakanya sampai-sampai jadi trending topik di warung kopi. “Diopinikan (jaksa) bahwa saya telah mengambil hak pengusul proposal. Dalam hal ini saya merasa sangat heran, mengapa pihak kejaksaan yang begitu saya banggakan dengan profesionalitasnya, mampu ambil bagian untuk melakukan penyebaran informasi negatif secara masif untuk menghancurkan nama baik saya ditengah masyarakat. Saya sempat berfikir keras, apa yang membuat Kejaksaan Negeri Muntok, harus bersikap begitu jahat terhadap saya. Saya berusaha bersikap tegar,” ungkapnya.

Sikap berlebih-lebihan Kejaksaan Negeri juga diungkapkanya disaat keinginan untuk menahan dirinya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Padahal kondisinya saat itu sedang dalam keadaan sakit yakni habis operasi Hernia.

“(Saat itu) Kejaksaan Muntok melibatkan lebih dari 20 polisi dengan senjata lengkap dan rompi anti peluru. Masyarakat yang melihat, begitu ramainya aparat yang mengepung rumah kediaman orang tua saya, layaknya ingin menangkap seorang teroris. Upaya kriminalisasi yang menerpa diri saya, terasa begitu berat dan nyata, namun alhamdulillah, ternyata masih banyak tokoh masyarakat di Kota Muntok yang berusaha men-support saya, karena mereka mulai dapat melihat bahwa ada ketidakjelasan terhadap kasus yang sedang menimpa diri saya, karena terkesan sangat dipaksakan serta banyak kepentingan. Dukungan dari banyak masyarakat, seperti penggalangan 1000 (seribu) tanda tangan dukungan terhadap saya dan menolak upaya kriminalisasi ini, hingga gerakan mendatangi Kajati & PT. TIMAH tbk yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Anti Kriminalisasi yang terdiri dari para Dosen, Ormas & Mahasiswa di Pangkalpinang., membuat diri saya kembali bangkit untuk tenang dan siap menghadapi kasus yang saya terkesan dipaksakan ini,” ucapnya seraya berharap agar majelis hakim bisa adil dan bijaksana serta tidak terpengaruh dengan tuduhan JPU yang penuh fitnah.

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Bangka Belitung, H Sukirman untuk yang ke 3 kalinya menghadiri jalanya persidangan. Sukirman kepada wartawan menyatakan dukungan moral pada Abang Faizal. Dia katakan agar terdakwa bisa tabah dan yakin majelis hakim bisa adil.

“Sudah 3 kali saya hadir, saya beri dukunga moral agar Abang Faizal kuat atas cobaan dan fitnah yang menimpa,” yakinnya.

Tuntutan dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) PT Timah untuk perhelatan Home Stay Fair Muntok Tahun 2015, JPU sudah menuntut dengan total akumulasi 10 tahun penjara kepada terdakwa Abang Faizal selaku ketua asosiasi. 10 tahun tersebut dengan rincian sebagai berikut: Pidana penjara selama 6 tahun dan 6 bulan penjara. Pidana denda sebesar Rp 200 juta yang mana apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan dengan perintah agar terdakwa segera ditahan. Tidak cukup di situ JPU juga telah menetapkan terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 483.100.000 paling lama dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang untuk mengganti uang pengganti tersebut denga ketentuan apabila terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 3 bulan. Tuntutan ini sendiri terbilang besar dan langka dilakukan oleh pihak jaksa penuntut dalam peradilan Tipikor selama ini.

Hingga berita ini dirilis,wartawan media ini masih mengupayakan konfirmasi pihak JPU terkait tuntutan jaksa yang dituding sebagai pelampiasan dendam kusumat terhadap terdakwa Abang Faisal. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan