POLDA BABEL BENARKAN, ADA KOLEKTOR TIMAH DI TEMPILANGYANG DIAMANKAN

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Kabid Humas Polda Babel, AKBP Abdul Mun’im membenarkan kabar, adanya kolektor pasir timah yang diamankan oleh Tim Subdit IV Tipidter Direktorat Kriminal Khusus Polda Babel, Selasa (31/01/2017). Sebanyak 36 kampil pasir timah basah seberat 1.413 Kg, diamankan dari gudang milik Hs yang berlokasi di Desa Benteng Kota, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.

Bacaan Lainnya

” Memang benar kemarin Tim Subdit IV tipedter Reskrimsus Polda babel yang pimpin Kasubdit IV Reskrimsus Polda Babel, AKBP Saptono mengamankan pasir timah di Tempilang,” ungkap AKBP Abdul Mun’im kepada wartawan, Jum’at (03/02/2017).

Dikatakannya, untuk perkara ini tim berhasil mengamankan dua orang tersangka dengan inisial HS(35) sebagai Subkolektor dan Do (38) sebagai pemodal.

” Modus operandi yang dilakukan pelaku adalah dengan mengumpulkan dan mengirim pasir timah basah ke gudang milik HS di Desa Benteng Kota, Kecamatan Tempilang, yang mana asal usul pasir timah tersebut diketahui berasal dari para penambang ilegal di Lokasi DAM 3, juga dari lokasi Desa Tegak Raya, serta dari penambang TI Apung di Pantai Pasir Kuning, atau pasir timah yang didapatkan bukan dari lokasi L. Kelanci (IUP PT Timah) sesuai SPK yang dimiliki pelaku,” paparnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa pasir timah seberat 1.413 Kg, 1 unit mobil Toyota Hilux BN 9220 LD, 2 lembar surat tanda terima dari PT Timah warna Pink tanggal 30 dan 31 Januari 2017, dua lembar surat angkut dari PT Timah warna Pink tanggal 30 dan 31 Januari 2017, 1 buah buku catatan penjualan pasir timah hijau, 1 buah buku catatan penjualan pasir timah warna orange dan 1 buah buku catatan penjualan pasir timah warna coklat.

“Untuk tindakan selanjutnya, kedua tersangka dan barang bukti diamankan ke Mapolda Babel guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Ditambahkannya, para pelaku tersebut disangkakan melanggar Pasal 161 Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara (MINERBA), dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 milyar Juncto Pasal 55 56 KUHP. (3K0)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan