POLDA BABEL UNDANG PEMILIK ALAT BERAT, BUAT PERNYATAAN TIDAK BEKERJA DIKAWASAN HL DAN HK

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Kepolisian Daerah Bangka Belitung mengundang para pemilik alat berat yang ada di Babel, untuk membuat pernyataan dan kesepakatan untuk tidak akan bekerja di Kawasan Hutan Lindung (HL), maupun Hutan Konservasi (HK).

Bacaan Lainnya

Hal ini di sampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Babel, Kombes Pol Mukti Juharsa melalaui Aplikasi WhatsApp Masenger kepada wartawan, Rabu (11/01/2017).

Dirinya menyebutkan bahwa undangan ini merupakan tindak lanjut terkait pernyataan Kapolda beberapa waktu lalu, yang mengatakan akan menindak tegas para penambang di Kawasan HL dan HK, apalagi menggunakan alat berat.

” Kurang lebih ada sekitar 127 orang pemilik alat berat se-Babel yang hadir hari ini membuat pernyataan, untuk tidak berkerja di kawasan HL dan HK,” jelasnya.

Kemudian Mukti mengatakan, pernyataan ini mulai berlaku pada hari ini juga, apabila mereka melanggar pernyataan tersebut akan di kenakan UU Kehutanan dan UU minerba.

” Kami menghimbau dengan dibuatnya pernyataan ini maka tidak akan ada lagi pengerusakan HK dan HL yang ada di Babel, marilah kita jaga kelestarian alam yang ada di sini bersama sama,” pungkasnya.

Pada sebelumnya di beritakan bahwa Polda Babel tetap serius dan konsisten, akan menindak tegas kejahatan ilegal mining yang beroperasi diwilayah hukumnya, terutama yang beraktivitas didaerah kawasan Hutan Konservasi (HK) dan Hutan Lindung (HL).

Hal tersebut disampaikan Kapolda Babel, Brigjen Pol Anton Wahono saat Konfrensi Pers di Rupattama Mapolda Babel, Jum’at (30/12/2016) lalu.

” Dari awal saya mulai bertugas disini, sudah saya ingatkan tidak boleh ada aktivitas penambangan di kawasan Hutan Konservasi ataupun Hutan Lindung. Apabila ada yang melanggar, maka akan saya tindak tegas,” cetusnya.

Lebih lanjut Anton menegaskan, dirinya telah mengeluarkan kebijakan yakni, tidak akan memberikan penangguhan kepada pelaku penambangan di wilayah Hutan Konservasi dan kawasan Hutan Lindung. Serta tidak akan memberikan izin pinjam pakai terhadap alat berat yang ditangkap terkait hal tersebut.

” Ini semua saya lakukan, dengan harapan menimbulkan efek jera bagi para pelaku penambangan diwilayah yang terlarang,” ujarnya.

Lebih lanjut Jendral Bintang Satu yang merukan mantan Karo Paminal Mabes Polri ini juga mengatakan, sebelum kebijakan tersebut diterapkan, pihaknya akan melayangkan surat kepada pemilik alat berat yang ada di wilayah Babel, agar tidak memberikan pinjam pakai alat kepada penambang apabila IUP tidak jelas.

” Saya akan memberikan warning terlebih dahulu dengan cara menyurati para pemilik alat berat dan penambang, karena terkait masalah penambangan di Hutan Konservasi dan Hutan Lindung menjadi prioritas saya juga,” tegasnya.

” pihaknya akan mengomptimalkan fungsi dari Bhabinkhamtibmas di wilayahnya, agar dapat memantau setiap lokasi yang sudah di reklamasi sehingga jangan sampai ditambang kembali” pungkasnya. (3K0)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan