Polda Babel Ungkap Kasus Pupuk Non Subsidi, Yang Tidak Sesuai Standar Dan Mutu

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Gabungan Penyidik Subdit 1 Indag Ditres Krimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung, dan PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berhasil mengungkap kasus produksi dan/atau dugaan perdagangan dan/atau peredaran Pupuk yang tidak sesuai dengan label, atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan tidal sesuai mutu, yang disangka dilakukan oleh tersangka berinisial DL alias PPAT selaku Direktur CV Babel Serumpun Sebalai, (alamat Gabek Kota Pangkalpinang) dan Tersangka berinisial SB selaku Direktur CV Sumber Agung Jaya (alamat Gresik Jawa Timur), di TKP Toko Pertanian Anugerah Tani yang beralamat di Jl. Kenanga Sungailiat Kabupaten Bangka dan di Gudang CV Babel Serumpun Sebalai yang beralamat di Jl. Bedukang Kelurahan Gabek Kota Pangkalpinang, Jumat (13/01/2017) sekira pukul 11.30 WIB.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan oleh Kapolda Kepulauan Babel, Brigjen Pol Drs, Anton Wahono, saat Jumpa Pers yang didampingi Waka Polda Kombes Pol Drs. Istiono, Irwasda Kombes Pol Drs. Mustar Manurung, Dir Reskrimsus Kombes Pol Mukti Juharsa SIK dan Kabid Humas AKBP Abdul Mun’im MSI, di Lokasi Gudang CV Babel Serumpun Sebalai, Selasa (28/02/2017) pukul 11.00 WIB.

Kapolda mengatakan, bahwa dasar penyidikan kasus Pupuk Non Subsidi tersebut yaitu Laporan Polisi Nomor : LP/B-35/ I/ 2017/ BABEL/ SPKT Tertanggal 13 Januari 2017, atas nama Pelapor Budi Jaya Santosa SP (PPNS Dinas Pertanian Provinsi Kep. Babel) dengan Terlapor Berinisial DL als At Direktur CV Babel Serumpun Sebalai, alamat Gabek Pangkal pinang selaku Pengedar dan Terlapor berinisial SB Direktur CV Sumber Agung Jaya selaku Produsen yang beralamat di Gresik Jawa Timur.

Kapolda juga mengatakan, bahwa barang bukti yang disita berupa 4 Jenis Pupuk Non Subsidi dengan total 1.270 (seribu dua ratus tujuh puluh) karung (kemasan karung 50 Kg) dengan total berat 63 (enam puluh tiga) TON, dengan rincian : 10 (sepuluh) karung Pupuk NPK LADA MESS, 21 (dua puluh satu) karung Pupuk NPK SAWITTA, 610 (enam ratus sepuluh) karung Pupuk NPK SP.36 dan 629 (enam ratus dua puluh sembilan) karung pupuk NPK PHOSKATONIC.

Sedangkan pasal yang dipersangkakan oleh penyidik kepada para tersangka, yaitu Pasal 60 ayat (1) huruf f dan i UU RI Nomor 12 Tahun 1992 Tentang Sistem Budidaya Tanaman yang berbunyi “Barang siapa dengan sengaja mengedarkan pupuk yang tidak sesuai dengan label dg ancaman pidana kurungan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda sebesar Rp 250.000.000 (dua ratua lima puluh juta rupiah) dan atau Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1 ) huruf a dan e UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsomen yang bunyinya “Pelaku usaha dilarang memproduksi dan atau memperdagangkan barang dan atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan perundang- undangan dan tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan atau jasa tersebut, dipidana kurungan paling lama 5 (lima) tahun dan atau pidana denda sebesar Rp 2.000.000.000 (dua milyar rupiah).

Selanjutnya, Kapolda juga mengatakan kronologis pengungkapan kasus pupuk non subsidi tersebut yaitu sebagai berikut :

* Awalnya Jumat (13/1/2017) pukul 09.30 wib adanya informasi tentang beredarnya pupuk non subsidi yang kandungannya tidak sesuai dengan mutu, lalu tim dari Subdit I Indag Krimsus Polda Babel bersama Dinas Pertanian Provinsi Babel cek Toko Pertanian Anugerah Tani di Sungailiat, Kabupaten Bangka, dan ditemukan Pupuk Non Subsidi merk NPK SAWITA dan NPK LADA MESS, sesuai keterangan pemilik Toko bahwa pupuk tersebut milik CV Babel Serumpun Sebalai dengan pemilik berinisial DL, yang gudangnya di Kelurahan Gabek Kota Pangkalpinang. Lalu sekitar pukul 11.30 WIB, Subdit I Indag Krimsus menuju gudang CV tersebut dan ditemukan pupuk NPK SAWITA, pupuk NPK LADA MESS, pupuk PHOSKATONIC MESS dan pupuk NPK SP.36 serta 2 (dua) kontainer pupuk NPK PHOSKATONIC MESS dan NPK SP.36AA, dan berdasarkan keterangan yang diperoleh di lapangan, bahwa pupuk tersebut diperoleh dari Produsen di Gresik CV SUMBER AGUNG JAYA milik H. SB, selanjutnya barang bukti yang ada di Toko dan gudang tersebut disita guna proses penyidikan lebih lanjut.

* Selanjutnya, langkah penyidik Krimsus Polda Kep. Babel yaitu sita barang bukti, memeriksa pelapor dari PPNS Dinas Pertanian dan para saksi lainnya, kirim SPDP ke Kejati Prov. Kep. Babel, sisihkan barang bukti oleh Petugas Pengambil Contoh dari Laboratorium Balai Besar Penelitian Tanah Bogor tanggal 18 Januari 2017, kirim barang bukti ke Laboratorium Balai Besar Penelitian Tanah Bogor Kementerian RI tanggal 20 Januari 2017 untuk diuji sample dan pengujian tersebut memerlukan waktu selama 14 (empat belas) hari sejak 21 Januari sd 6 Pebruari 2017.

Selanjutnya Kapolda mengatakan, bahwa sesuai hasil ahli dari Laboratorium Balai Besar Penelitian Tanah Bogor Kementerian Pertanian RI dan Kementerian Perdagangan RI bahwa Pupuk NPK LADA MESS, pupuk NPK SP.36, pupuk NPK POSKATONIC dan pupuk NPK SAWITTA tersebut TIDAK MEMENUHI PERSYARATAN TEHNISI MINIMAL (PTM) sesuai Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor : 43/ Permentan/ SR.140/8/2011 tentang Syarat dan Tata Pendaftaran Pupuk An Organik dan TIDAK MEMENUHI STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) dan TIDAK SESUAI DENGAN LABEL yang ada pada kemasan pupuk tersebut, sehingga pengedar dan atau produsennya melanggar Pasal 60 ayat (1) huruf f UU RI Nomor 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan e UURI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsomen, ujarnya.

Kapolda juga mengatakan, bahwa produksi dan peredaran pupuk yang tidak sesuai standar dan mutu ini tentu akan merugikan masyarakat petani diwilayah Bangka Belitung.

Terhadap tindakan terhadap produsen yang lokasinya di Gresik Jawa Timur, Polda Babel sudah berkoordinasi dengan Polda Jatim, supaya Polda Jatim memproses terhadap produsennya yang lokasi TKP-nya di Jawa Timur, ungkap Kapolda. (Humas Polda Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan