Proyek Galian Kabel FO Dituding Rugikan Pihak Lain

  • Whatsapp

20161017_145932 img-20161017-wa00012

KABARBANGKA.COM — Proyek galian kabel fiber optik (FO) yang dilaksanakan perusahaan selular Indosat di sejumlah titik sepanjang jalan Sungailiat Selindung masih terus tuai sorotan.

Bacaan Lainnya

Salah satu pemerhati pembangunan di wilayah Bangka Belitung, Bambang Susilo, Senin(17/10/2016) mengatakan, sebagian besar pemasangan kabel bawah tanah tersebut diduga dilakukan tidak sesuai aturan dan tidak berdasarkan standar pengerjaan. Dia menyebutkan, hampir semua proyek galian kabel di sepanjang jalan Pangkalpinang Sungailiat disinyalir menyalahi aturan dan terkesan tidak ada pengawasan dari pihak terkait.

“Galian kabel milik perusahaan operator selular tidak ada yang benar. Mereka (pemasang kabel, Red) seenaknya menimbun bekas galian,” katanya.

Bambang memaparkan, perusahaan yang bersangkutan harus memiliki izin sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 1 Tahun 2010 tentang tata cara penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan Keppres Nomor 96 tahun 2014 tentang Rencana Pita Lebar Indonesia 2014 sampai 2019.

Salah satu ketidaksesuaian dalam mekanisme penanaman kabel fiber bawah tanah itu seperti batas minimum dari kedalaman kabel yang harus ditanam.

Bambang mengungkapkan, dalam aturan kedalaman harus mencapai 1,5 meter. Namun, kenyataannya hampir semua jaringan kabel bawah tanah di sepanjang jalan Pangkalpinang Sungailiat tidak memenuhi ketentuan tersebut.

Bahkan, kata dia , kedalaman kabel optik hanya ditanam kurang dari 1 meter. Selain itu, proses penutupan galian terkesan asal-asalan,tidak pakai stemper . Sehingga, akan membahayakan pengendara dan merusak jalan karena mudah retak dan amblas.

”Saya melihat cara kerja mereka (pemasang kabel,red) ini juga merugikan pihak lain seperti proyek jalan agregat berem/ bahu jalan yang sudah digali tidak di padatkan kembali,begitu juga siring yang baru selesai dibangun lantaran digali di tengah2 akibatnya dinding siring bisa retak.Ini sangat merugikan pihak lain,”ungkap Bambang.

Oleh karenanya, tambah Bambang kedepan setiap galian itu harusnya koordinasi dengan pihak dinas terkait (perwakilan pihak pelaksana jalan nasional di wilayah Babel,red) ,sehingga pengerjaan proyek bisa sama lancar dan tidak merugikan pihak lainnya.

“Kalau memang tidak ada izin dari pihak terkait maka lebih baik dihentikan sementara,” pungkasnya.

Sementara ,Satker Pelaksana Jalan Nasional(PJN)wilayah Babel belum memberikan pernyataan resmi terkait hal tersebut hanya saja salah satu stafnya mengakui hingga kini manager proyek pengerjaan kabel FO belum pernah berkoordinasi dengannya.

“Sampai saat ini mereka (pemasang kabel,red) belum pernah sama sekali koordinasi dengan kami terkait pemasangan kabel FO itu ,”ungkapnya.

Dia mengaku,proyek penanaman kabel FO selain mengganggu pengerjaan proyek pembangunan siring juga membuat bahu/berem jalan menjadi rusak.

“Agregat B yang asalnya padat tapi setelah digali lagi lalu tidak dilakukan pemadatan seperti semula maka akan gampang ambles,”ucapnya.

Namun katanya,untuk proyek pembangunan jalan ataupun siring pihak satker akan tetap meminta pertanggung jawaban kontraktor proyek pembangunan jalan/siring.

“Kalau ada berem/bahu jalan rusak ataupun siring ambrol maka kami tetap akan meminta pihak kontraktor jalan /siring yang memperbaikinya,karena memang mereka yang bertanggung jawab,”ungkapnya.

Namun ditambahkan dia,terkait pengerjaan mereka(pemasangan kabel,red)sudah ada subkon pengerjaan pembangunan jalan /siring yang melaporkan ke aparat.

“Kabarnya ada subkon yang sudah melaporkan pengerjaan mareka(pemasangan kabel,red) ke polisi dengan dugaan pengrusakan fasilitas umum,sebab yang saya dengar dari subkon itu banyak pekerjaan proyek pembangunan jalan dan siring rusak gara gara di gali lagi dan tidak dipadatkan seperti keadaan semula akibatnya subkon juga yang harus memperbaikinya,”pungkasnya.

Sepearti diberitakan sebelumnya, pemasangan kabel FO di sepanjang jalan Sungailiat Selindung sempat tuai sorotan dari warga dan pengguna jalan .Pasalnya proyek galian pemasangan kabel FO selain tidak ada sosialisasi kepada warga di sekitar pengerjaan juga sangatmengganggu pengguna jalan Bekas galian tidak diperbaiki seperti semula. Di samping itu, ruas jalan semakin sempit dan mengganggu jalur kendaraan.

Namun sayangnya hingga berita ini diturunkan pihak perusahaan Hidrosden Trias Mitra yang diberikan tugas oleh Indosat untuk pengerjaan pemasangan kabel FO berkantor di jalan raya Sungailiat Pangkalpinang kelurahan Kenanga belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan