PUPUK ANORGANIC LANGKA PETANI DAN PENGECER MENJERIT

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Kelangkaan pupuk anorganik jenis NPK “PHOSKATONIC MESS” beberapa hari ini di beberapa wilayah Provinsi Bangka Belitung.Ditenggarai akibat adanya permasalahan soal pelaporan yang menjerat pihak distributor.

Bacaan Lainnya

Informasi yang sampai ke meja redaksi menyebutkan bahwa, pelaporan terkait adanya dugaan pidana tersebut justru dilakukan oleh salah seorang oknum PPNS berinisial (B) di Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung.

Ditemui disela-sela kegiatan pasar murah depan halaman Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung, Jumat, 27/01. Tony Batubara selaku Kepala Dinas Pertanian, menjelaskan bahwa dirinya sama sekali missinformasi dengan kejadian ini.

“Tidak pak,tidak ada laporan soal tindakan oknum staff PPNS yang melaporkan masalah ke Ditkrimsus Polda Babel,tapi pas sudah kejadian baru dia kasih tau,kan repot jadinya,” Sesal Tony.

Masih menurut Tony,dirinya akan segera memanggil dan meminta pertanggung-jawaban PPNS atas munculnya disharmoni antara distributor dan Dinas Pertanian.

“Dipanggil besok (Senin,30/01) untuk minta keterangan soal ini,” Tambah Tony.

Di kesempatan yang sama,At sebagai distributor yang memiliki kontrak dengan Dinas Pertanian Provinsi Babel saat dihubungi via sambungan seluler menyatakan bahwa kasus pelaporan tergolong aneh.

Pasalnya yang dilaporkan adalah perihal kemasan atau bungkus yang diduga tidak sesuai dengan isi kemasan pupuk NPK(Natrium, Pospor,Kalium) merk PHOSKATONIC MESS yang didistribusikan oleh perusahaan miliknya.

“Ya kita sudah dipanggil sebagai terduga oleh pihak Krimsus (Ditkrimsus) Polda Babel untuk dimintai keterangan soal beda bungkus dengan isi,” Ungkap At.

Ditambahkan oleh At bahwa ketika dipermasalahkan label NPK sebagai elemen penambah/pencampur dalam kemasan Pupuk NPK yang disalurkan ke para petani, sebenarnya ia sudah memiliki dasar hukum melalui SK.Menteri Pertanian NO. 392.OL./Kpts/ SR/.310 /B/07/2016.

“Kalau misalnya izin Menteri itu dianggap sudah tidak berlaku atau habis kan bisa komunikasi di call centre kita,ada kok di kemasan,” Imbuhnya lagi.

Di kalangan masyarakat sendiri permasalahan ini cukup mengganggu aktifitas mereka dalam bercocok tanam.Sakdin (56 tahun), petani lada yang menanam lada di Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah. Menyatakan bahwa pupuk anorganic yang biasanya mudah dibeli dan digunakan, seminggu terakhir ini pasokan agak tersendat.

“Jarang pak,sudah agak susah pupuk di pengecer,” kata Sakdin. (LH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan