PUTUSKAN JARINGAN KOORDINASI TAMBANG ILEGAL!!!

  • Whatsapp

img20160923175805

KABARBANGKA.COM — Kabar tentang adanya Dana Koordinasi yang dikelola oleh Panitia TI Rajuk, yang menambang timah secara ilegal dipinggir pantai Dusun Tanjung Ratu, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, patut diduga bukanlah isapan jempol belaka.

Bacaan Lainnya

Hal itu terungkap setelah salah satu wartawan media ini, mengaku menerima amplop berisi sejumlah uang Panitia, saat investigasi kelokasi TI Rajuk tersebut, Jum’at (23/09/2016) lalu.

Tak ayal lagi, akibat menerima uang dari Toyib, selaku Panitia TI Rajuk tersebut, oknum wartawan itu dikeluarkan dari media ini.

“Dia ngaku terima amplop berisi duit dari Toyib, sekarang dia sudah di keluarkan dari media kami. Tidak ada kompromi dan negosiasi untuk tambang ilegal,” tegas Romlan, Pimpinan Redaksi media ini, Senin (26/09/2016) malam.

Romlan menambahkan, bahwa dengan pengakuan dari mantan wartawan medianya tersebut, membuktikan kebenaran adanya Dana Koordinasi yang diduga dipungut oleh Panitia dari para penambang.

“Ini bukti nyata, ada indikasi pungutan yang dikenakan kepada penambang untuk biaya koordinasi. Kalau bukan mungut dari penambang, terus dari mana uang yang diberikan Toyib kepada oknum wartawan itu? Itu baru wartawan yang datang kelokasi, gimana kalau aparat keamanan atau pejabat yang berwenang? Mungkin amplopnya bisa lebih besar, dan isinya lebih banyak lagi,” katanya.

Mantan aktivis yang sudah belasan tahun malang melintang didunia jurnalistik itu, mengajak semua aktivis lingkungan, aktivis anti korupsi dan jurnalis bersatu dan berkerjasama, untuk mengungkap dan memutuskan semua jaringan koordinasi tambang ilegal yang ada di Babel.

“Kalangan aktivis lingkungan hidup, aktivis anti korupsi dan jurnalis, mari bersatu dan bekerjasama, untuk mengungkap dan memutuskan semua jaringan koordinasi tambang ilegal. Jangan biarkan jaringan ‘Pemeras Rakyat’ itu tumbuh subur dan berkembang,” pungkasnya. (Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan