Rangkaian Terakhir Chit Ngiat Pan, Di Kelenteng Fut Tet Kiung Jebus

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Kelenteng Fut Tet Kiung  menjadi pusat perhatian ratusan warga Kecamatan Jebus, tepatnya di Dusun Tayu Desa Ketap. Hal itu disebabkan rangkaian terakhir tradisi sembahyang rebut di enam kecamatan se – Bangka Barat di selenggarakan di kelenteng tersebut pada Rabu, ( 6/9/17 ) malam.

Bacaan Lainnya

Kelenteng yang terbilang cukup megah tersebut disesaki warga tionghoa maupun pribumi, terutama di halaman kelenteng tempat berdirinya panggung yang di isi dengan hiburan organ tunggal.

Wakil Bupati Bangka Barat Markus,SH ditemani Kepala Dinas Pariwisata Suwito turut hadir dalam acara tersebut.

Kedatangan Markus disambut Camat Jebus Amir, S.Sos, Kapolsek Jebus Kompol Alam Bawono S.IK serta Kades Ketap.

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, kata Markus,  telah memasukkan tradisi tahunan Chit Ngiat Pan ke dalam kalender Pariwisata.

” Tahun ini kami juga mendukung dengan dana kurang lebih 29 juta dipotong pajak. Ini sebagai bentuk dukungan Pemerintah Daerah dalam  rangka mensukseskan acara Chit Ngiat  Pan  di Dusun Tayu ini,” kata Markus.

Menurut Markus, setelah didata  ritual adat budaya di Bangka Barat terdapat  30 jenis. Pemkab Bangka Barat mendukung dan melihat semua ritual adat tersebut sebagai asset kekayaan budaya tanpa membeda – bedakan adat melayu atau tionghoa.

” Kita tidak membeda – bedakan baik itu pesta adat orang melayu, orang tong ngin, karena kita punya slogan Fangin Tongin Jitjong. Ada pesta adat di Kundi, perang ketupat di Tempilang. Ini merupakan kekayaan budaya yang ada di Bangka Barat ini. Pesta adat ini di Provinsi Bangka Belitung ini salah satunya yang paling banyak di Bangka Barat ini,” jelas Markus.

Senada dengan Wakil Bupati, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Suwito, mengatakan sembahyang rebut merupakan salah satu keragaman budaya di Bangka Barat. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mendukung untuk melestarikan budaya yang ada di Bangka Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Suwito berharap untuk perayaan di tahun – tahun selanjutnya, panitia menyiapkan dan membacakan sinopsis tentang latar belakang maupun cerita di dalam Chit Ngiat Pan agar generasi muda mengetahui secara lengkap makna dan maksud ritual tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Jebus Amir, S.Sos mengatakan keberagaman budaya yang ada di Bangka Barat merupakan anugerah dari Tuhan.

” Kami sebagai pemerintah kecamatan sangat mensupport dan sangat bangga karena ini merupakan asset pariwisata kita. Jadi alam Kecamatan ini penuh dengan keindahan ditambah dengan adat dari agama itu tadi,” pungkas Amir.

Sedangkan Kapolsek Jebus Kompol Alam Bawono S.IK dalam kesempatan itu menghimbau kepada masyarakat Jebus untuk tidak terpengaruh isu international yang sedang panas, khususnya konflik yang sedang terjadi di Myanmar.

” Mari kita bersama – sama berpegangan erat untuk menjaga kerukunan antar umat beragama,” ajak Kapolsek Jebus.

Disamping hiburan organ tunggal, rombongan Wakil Bupati Bangka Barat disuguhi pertunjukan barongsai dan dijamu makan malam bersama di Kelenteng Fut Tet Kiung. ( SK )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan