REALISASI PROGRAM KOTAKU, JALAN INSPEKSI DAN JEMBATAN AKAN DIBANGUN DI 2 KELURAHAN

  • Whatsapp

KABAR BANGKA.COM — Kepala Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Kawasan Permukiman Provinsi Babel, Nurul Azmi, ST mengatakan bahwa terkait program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Pangkalpinang, saat ini masih dalam proses perencanaan, yang di susun oleh tim percepatan melalui konsultan menajemen wilayah Kotaku di Provinsi .

Bacaan Lainnya

” Tim ini langsung dari pusat dan hal ini akan didampingi oleh Satker Pengembangan kawasan permukiman provinsi babel untuk proses perencanaan program tersebut. produk ini nantinnya akan menjadi produk dari pemerintah kota Pangkalpinang, dalam hal ini akan di wakili oleh tim Pokja Pengembangan Kawasan Pemukiman (PKP),” Ungkap Nurul kepada wartawan, Selasa (24/01).

Dikatakannya, Perencanaan sendiri kita di beri batas waktu paling lama sampai dengan bulan maret, setelah itu baru kita ajukan ke pusat untuk tahu bagaaimana persetujuannya baik dari segi teknis maupun anggarannya, kemudian setelah di setujui barulah kita lakukan tahap pengadaan dan paling cepat akan dilakukan di bulan April atau Mei 2017.

” Terkait program kotaku ini, wilayah prioritas yang akan di bangun sudah kami tetapkan di dua tempat, yakni, kelurahan Opas dan Kelurahan Gedung Nasional (Genas),” paparnya.

Kemudian Nurul juga mengatakan Karena kebijakan ini dari pusat maka dananya kolaborasi dalam arti kawasan itu benar benar di anggarkan secara terpadu.

” Dari proses perencanaan yang di lakukan untuk tahun 2017 ini akan di laksanakan kegiatan pembangunan jalan ipeksi di Kelurahan Genas dan Kelurahan Opas, nantinya dua kawasan ini akan terpadu dengan pasir putih,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan Jalan inpeksi ini nantinya akan di dukung oleh dua jembatan penghubung, yang menghubungkan antara Kelurahan Opas dan Keluran Genas serta jembatan kedua menghubungkan antara Kelurahan Opas dan Kelurhan Sumberjo.

” Untuk sumber dana yang akan di pakai untuk kegiatan ini nantinnya akan menggunakan dua dana, yakni dana APBN melalui diva Satker dan dana bantuan luar negeri melalui pusat,” Jelasnya.

Dalam kesempatan ini nurul sangata mengharapkan dukungan dari Masyarakat, apalagi yang berhubungan dengan lahan milik pemerintah.

” Bagi Masyarakat yang memiliki surat menyurat, tolong segera laporkan ke pemkot, karena untuk permasalahan lahan sendiri itu wewenang dari pemkot,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga menghimbau apabila insfratruktur tersebut telah di bangun pihaknya berharap pemerintah bersama masyarakat dapat menjaga dan merawatnya, sehingga jangan sampai niat untuk menghapuskan kawasan kumuh malah menjadi perluasan wilayah kumuh. (3K0)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan