Rekontruksi Pembunuhan Hadirkan 6 Saksi

  • Whatsapp
Kasat Reskrim Polres Bangka Tengah, IPTU Mulya Sugiarto, bersama JPU Kejari Koba, Izhar

BANGKA TENGAH — Penyidik Satuan Reskrim Polrs Bangka Tengah, menggelar rekontruksi kasus pembunuhan sadis yang terjadi di RT 07 Desa Belilik, Kecamatan Namang, pekan lalu. Rekontruksi tersebut di laksanakan dilokasi tempat kejadian perkara.

Dalam rekontruksi tersebut Polisi menghadirkan tersangka Teson dan enam saksi, serta memperagakan 36 reka adegan, yang mana adegan peradegan menceritakan proses terjadinya pembunuhan tersebut.

“Reka adegannya 36 adegan diperagakan. Rekontruksi ini untuk menyamakan fakta dan saksi di lapangan yang telah kita kumpulkan pada waktu olah TKP, dari hasil rekontruksi ini menjelaskan tersangka Teson membunuh korban, karena tersinggung oleh kata-kata korban yang melecehkannya,” ujar Kasat Reskrim IPTU Mulya Sugiharto, seizin Kapolres Bangka Tengah di lokasi rekonstruksi.

Lanjutnya, dari 36 reka adegan ini, pada adegan ke 11 mereka mulai ada cekcok, dan keluarnya kata – kata dari korban yang meremehkan tersangka, karena di anggap tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang menurut Taufik itu pekerjaan mudah.

“Tersangka kesal kepada korban yang telah meremehkan dirinya, hanya kerena belum bisa membawa pesanan pupuk, dikarekan sudah malam. Namun alasan itu di anggap oleh korban sebagai ketidakmampuan tersangka dalam bekerja, sehingga keluarlah kata-kata yang membuat tersangka ini tersinggung, dan membawa – bawa urusan pribadi. Karena perkataan korban itu membuat tersangka tersinggung, sehingga terjadi perkelahian dengan tangan kosong di dalam rumah,” terang IPTU Mulya.

Setelah berkelahi didalam rumah, korban lari ke ruangan dapur untuk mengambil sebilah parang, dan pelakupun mengambil sebilah pisau. Lalu keduanya saling serang menggunakan senjata tajam, lanjutnya. Pada adegan ke 22 itu di mulainya rangkaian pembunuhan tersebut,

“Korban ini menyerang pelaku dengan menggunakan senjata parang, sedangkan pelaku menangkis dengan pisau, sehinga mengenai kelingking. Setelah itu tersangka merenyerang korban dengan pisau mengenai kapala korban, dan parangpun terlepas dari tangan korban. Keduanya sempat terjadi perebutan parang yang terjatuh tadi. Namun karena parangnya lebih dekat kepada korban, melihat itu tersangka lalu dengan cepat mengambil parang yang lebih panjang dan besar, lalu melakukan penyerangan kembali sebanyak dua kali mengenai tangan hampir putus, dan satu kali di bagian perut. Lalu korban berusaha menghindar lari ke ruangan tengah, tapi tetap di serang pelaku mengenai punggung sebanyak tiga kali bertubi-tubi, korbanpun tersungkur dilantai dengan posisi telungkup bersimbah darah,” beber Kasat Reskrim.

Ditanyakan apakah pembunuhan yang dilakukan tersangka Teson ini mengandung unsur berencana? Menurutnya penyidik masih terus menyelidiki motifnya,

“Kalau motif berencana, tidak tertutup kemungkinan, namun tetap kita tinjau ada atau tidaknya unsur berencana, berdasarkan keterangan saksi serta tersangka. Dan kita juga berkoordinasi dengan pihak jaksa penuntut umum, apa bila ada perubahan ataupun pasal tambahan akan disampaikan,” kata dia.

Sementara itu Izhar, selaku Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Koba, yang hadir dalam rekontruksi tersebut mengatakan, pihaknya hadir untuk menyaksikan proses demi proses agedan rekontruksi ini.

“Kami hadir disini untuk menyaksikan proses adegan per adegan rekontruksi, apa dan bagaimana hasilnya nanti kita tunggu tahap satu dari penyidik, kehadirkan kami sifatnya mendampingi penyidik untuk lancarnya rekontruksi, guna pembuktian dipersidangan, kalau dilihat dari adegan per adegan sudah tergambar pasal yang di maksud oleh pendidik,” pungkasnya. (*)


Reporter : Hari Yana
Editor : Romlan

Pos terkait