Retribusi ‘ Pasar Kite ‘ Sungailiat Membebani Pedagang

  • Whatsapp

20161124_085156 20161124_085405

KABARBANGKA.COM — Penarikan retribusi di Pasar Kite Sungailiat itu kan untuk PAD. Artinya semua retribusi yang dikenakan di pasar itu bukan pungli, ada perdanya. Demikian penjelasan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Koperasi kabupaten Bangka, Saparudin, kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya saat memberikan klarifikasi terkait tudingan banyaknya pungutan yang harus dibayar para pedagang yang menempati lapak/kios di gedung Pasar Kite Sungailiat belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Menurut Saparudin semua penarikan iuran yang ada di pasar itu sejatinya untuk kepentingan para pedagang itu sendiri.

“Seperti iuran PDAM, listrik dan lain lainnya itu untuk kemudahan dan kenyamanan para pedagang sehingga mereka tidak terkendala akan kebutuhan air dan listrik,” ujarnya.

Jadi kalau ada tudingan yang mengatakan Pasar Kite banyak penarikan iuran yang tidak jelas itu adalah tudingan yang tidak benar.

“Kita pun tidak berani mungut sembarangan mungut sini kalau tidak jelas aturannya. Apalagi saat ini larangan pungli langsung dari Presiden,” tukasnya.

Disinggung kondisi Pasar Kite yang terkesan kumuh, Saparudin tidak menafikan kalau kondisi ‘ Pasar Kite ‘itu memang terkesan kumuh, lantaran dalam pasar tersebut ditempati oleh orang banyak.

“Memang terkesan kumuh,ya namanya pasar kan tempat kumpulnya orang banyak. Karakter orang di situ berbeda beda ada yang mudah diatur tapi tidak sedikit yang berkarakter keras.Pasar Kite itu kan dikelola pemerintah tidak bisa kita tegakkan peraturan seperti di pasar hygienis air way itu kan swasta. Pasar itu apabila tidak ikut aturan harus keluar dari lokasi pasar tersebut,” beber Saparudin panjang lebar.

Diketahui pasar modern sungailiat atau yang lebih dikenal “Pasar Kite” yang menghabiskan dana Rp16 Milliar, sejatinya untuk memberi rasa nyaman masyarakat didalam berbelanja namun sayangnya kabar yang diterima wartawan media ini menyebutkan tata kelola Pasar Kite malah menuai berbagai keluhan baik dari pengunjung maupun para penjual.

“Kalau tidak terpaksa malas ke pasar ni,soalnya gedungnya pengap ditambah dengan bau menyengat, juga lantainya becek,pokoknya tidak sesuai dengan sebutan pasar modern,” ungkap salah satu pengunjung yang ditemui wartawan media ini dilokasi, Senin (28/11/2016) pagi.

Mirisnya dengan kondisi gedung pasar yang banyak menuai keluhan pengunjung dan para pedagang itu,kabarnya ‘Pasar Kite” juga membebani para pedagang dengan berbagai macam iuran yang harus dibayar.

Bahkan menurut salah satu pedagang sayur yang ditemui wartawan media ini, Senin (28/11/2016) pagi menyebutkan dalam sehari para pedagang paling tidak harus mengeluarkan biaya Rp 10.000 hingga Rp.20.000 baik untuk biaya parkir, air, listrik, kebersihan dan keamanan.

“Banyak pungutan yang harus kami bayar, untuk parkir, motor Rp 5.000, men pake mobil Rp 10.000, lum retribusi pasar, PDAM, listrik dan jasa pengamanan serta kebersihan,” keluh salah satu pedagang sayur yang minta identitasnya dirahasiakan, Senin(28/11/2016).

Selain biaya retribusi yang sangat membebani para pedagang juga mengeluhkan kondisi bangunan gedung yang tertutup sehingga terasa pengab membuat aroma bau menyengat akibatnya pengunjung pasar semakin berkurang .

“Ya beratlah, lihat saja sekarang dengan kondisi gedung tertutup seperti ini selain terkesan kumuh keadaan di sini juga terasa pengap dan bau. Banyak pengunjung yang beralih ke Pasar Hygienis. Kita pun heran bangun gedung kok seperti ini.Harusnya kan terbuka sehingga angin banyak masuk,” sesalnya.

Sementara pedagang yang ditempatkan di lapak/kios sudut paling belakang terpantau media ini sudah banyak yang meninggalkan lapak/kiosnya lantaran sepi berkepanjangan.

“Mereka sudah tidak berjualan lagi,habis sepi sepanjang masa, pembeli jarang masuk ke sini. Dalam sehari belum tentu ada yang belanja ke sini. Ini saja kami tinggal dua orang bertahan,habis mau kemana lagi, kios depan sudah terisi semua itupun kalau ada kosong harus disewa,” pungkas salah satu pedagang yang dapat jatah kios sudut belakang. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan