RIO SETIADI KRITIK PANITIA KARNAVAL 17 AGUSTUS

  • Whatsapp

Rio Setiadi

KABARBANGKA.COM – Pangkalpinang

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi 1 DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiadi ST, mengkritisi pelaksanaan Karnaval dalam rangka kemeriahan Pawai 17 Agustus, yang dilaksanakan diseputaran Kota Pangkalpinang, sejak Kamis (18/08/2016) kemarin. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Karnaval atau Pawai Indah itu sudah menjadi tontonan masyarakat, khususnya masyarakat Kota Pangkalpinang.

Pawai Indah tersebut diikuti dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sekolah, Instansi Pemerintah dan maupun kalangan masyarakat umum. Namun sangat disayangkan, meriahnya kegiatan pawai ini, pihak panitia justru melalaikan sholat untuk para peserta.

“Peristiwa kejadian kegiatan ini, selalu berulang setiap tahun. Saya di Komisi 1 DPRD Kota Pangkalpinang meneriman banyak aduan dari masyarakat, terkait pelaksanaan kegiatan pawai yang mengorbankan waktu kewajiban ibadah bagi para peserta. Jika begini terus setiap tahun, dan tidak ada usaha untuk memperbaiki teknis acara dari panitia atau pihak sekolah, maka lebih baik acara pawai ini ditinjau kembali. Buat apa kita beli kostum mahal, latihan siang malam tapi ujung-ujungnya kita korbankan waktu sholat? Kalau sampah yang menumpuk dimana-mana masih bisa dibersihkan oleh tim kebersihan, tapi maninggalkan sholat mau diganti dengan apa? Edukasi apa yang kita berikan pada peserta yang mayoritasnya adalah pelajar?” Kritik Rio Setiadi tegas, saat

Anggota Fraksi PKS itu menjelaskan, bahwa pelaksanaan kegiatan pawai 17 Agustus yang di mulai Kamis (18/08/2016) kemarin, cukup meriahnya, namun masih juga menyisakan persoalan. Karena ternyata, terlambatnya jadwal pawai akibat banyaknya peserta, ketika pada waktu menjelang maghrib baru akan dimulai. Padahal, mereka sudah siap sejak siang. Akibatnya, adalah banyak peserta yang tidak dapat melaksanakan sholat wajib.

“Kami mengapresiasi beberapa sekolah yang tetap memberikan ruang untuk ibadah, di tengah – tengah acara pawai, dengan cara berhenti sebentar dimasjid-masjid yang ada disepanjang Rute Pawai. Namun sangat sedikit yang seperti ini. Saya himbau Dinas Pendidikan untuk tidak diam, ini persoalan kronis yang hampir selalu terjadi pada setiap kegiatan pawai. Dan kepada panitia, kami harap agar melakukan evaluasi terkait pelaksanaan selama 2 tahun ini. Jika tak mampu, lebih baik tak usah lagi menjadi panitia, kami sudah “langok” (Bosan) dengan semua permasalahan berulang-ulang seperti ini”, tutupnya. (RK/To2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan