SAMPAI AKHIR DESEMBER 2016, POLDA BABEL UNGKAP 256 KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOBA

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Sebagaimana kita ketahui, bahwa penyalahgunaan narkoba ini bukan hanya menjadi kasus nasional saja, namun juga sudah menjadi kasus kejahatan internasional. Selain itu, kasus ini juga sangat meresahkan masyarakat dan mempunyai efek untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data dan fakta, mulai tahun 2013 Polda Babel dan jajarannya telah berhasil mengungkap 180 kasus, tahun 2014 mengalami peningkatan menjadi 188 kasus, kemudian pada tahun 2015 mengalami peningkatan lagi menjadi 229 kasus, bahkan sampai dengan Desember 2016 pengungkapan kasus narkoba mengalami peningkatan juga menjadi 256 kasus.

Hal ini di sampaikan oleh Direktur Reserse Narkotik Polda Babel, AKBP Suhirman di dampingi Wadir Resnarkoba AKBP Adi Afandi bersama Kabid Humas Polda Babel, AKBP Abdul Munim kepada wartawan, Selasa (27/12/2016).

” Selama tahun 2016 dari 256 kasus yang kita tangani, yang telah selesai kita tangani ada sekitat 196 kasus, berarti 60 kasus masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” ungkapnya.

Dirinya juga menyebutkan, untuk para tersangka yang berhasil mereka tangkap paling banyak berasal dari Bangka dan sebagian dari luar pulau Bangka.

” Kedepan untuk mengurangi peningkatan penyalahgunaan narkoba, kami akan kerja ekstra untuk mengungkap peredaran kasus narkoba dan kami juga akan melakukan sosialisai baik melalui media cetak elektronik dan langsung kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba,” sebutnya.

Lebih lanjut suhirman menjelaskan, Untuk jumlah kasus kejahatan dengan barang bukti tertinggi yang berhasil di ungkap polda babel dan jajarannya masih di dominasi oleh sabu-sabu, ganja, ekstasi, dan obat berbahaya lainnya.

” Para tersangka yang berhasil kita tangkap kebanyakan laki-laki sekitar 296 dan perempuan sebanyak 23 orang dari latar pendidikan dan pekerjaan yang berbeda beda,” katanya.

Dirinya juga menyebutkan dari keseluruhan tersangka paling banyak melanggar pasal 114 tentang orang yang menjual, mengedarkan tanpa izin dan yang membawa dan menguasai tanpa izin.

” Para tersangka tersebut akan di ancam dengan hukuman paling ringan 4 tahun penjara dan hukuman paling lama 20 tahun penjara,” ujarnya.

Perwira melati dua ini juga menghimbau kepada masyarakat untuk melindungi kelurganya mulai dari lingkungan terkecil agar menghindari narkoba.

” Permasalahan narkoba ini bukan hanya masalah dan tanggung jawab kita bersama, karena keberhasilan kepolisian tidak terlepas dari partisipasi masyarakat,” pungkasnya. (3K0)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan