Sampai Tahun 2037, Status Pelabuhan Sungailiat Dan Pelabuhan Jelitik Adalah Pengumpan Lokal

  • Whatsapp

JAKARTA — Beberapa pekan lalu, terjadi silang pendapat di antara pejabat berwenang di Bangka Belitung, terkait status Pelabuhan Sungailiat dan Pelabuhan Jelitik di Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Pangkalbalam, Izuar, menyatakan status Pelabuhan Sungailiat merupakan Pengumpan Regional, sehingga kewenangan ada di Gubernur.

Gubernur Kepualauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, menyatakan status Pelabuhan Jelitik adalah Pelabuhan Perikanan.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bangka, M. Taufiq Koriyanto, juga menyatakan status Pelabuhan Sugailiat adalah Pengumpan Regional. Dia menyatakan, Surat Izin Kerja Keruk atau SIKK yang diterbitkan Bupati Bangka untuk PT Pulomas Sentosa cacat hukum dan harus dicabut, karena izin pengerukan untuk Pelabuhan Pengumpan Regional merupakan kewenangan Gubernur.

Bupati Bangka, Mulkan, dengan tegas menyatakan bahwa SIKK yang diterbitkan Pemkab Bangka untuk PT Pulomas Sentosa sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Menurutnya, status Pelabuhan Sungailiat dan Pelabuhan Jelitik merupakan Pelabuhan Pengumpan Lokal, bukan Pengumpan Regional, sehingga jelas kewenangan pemberian Izin Pengerukan merupakan kewenangan Bupati, sesuai ketentuan Pasal 11 huruf d Permenhub Nomor 125 Tahun 2018 Tentang Pengerukan Dan Reklamasi.

Dari silang pendapat para pejabat tersebut, redaksi media ini secara resmi mengajukan Permohonan Informasi dan data kepada Kementerian Perhubungan RI, Cq. Direktur Direktorat Perhubungan Laut, yang diajukan melalui Biro Komunikasi Dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, terkait status Pelabuhan Sungailiat dan Pelabuhan Jelitik.

Atas permohonan informasi dan data yang diajukan tersebut, Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, memastikan status Pelabuhan Sungailiat dan Pelabuhan Jelitik di Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah Pelabuhan Pengumpan Lokal sampai tahun 2037.

Berikut ini jawaban dan penjelasan dari Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI, yang diterima redaksi pada Selasa, 27 Oktober 2020 pukul 15.12 WIB.

1. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 Tentang Kepelabuhanan, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2015 Pasal 1, definisi pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan / atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun penumpang, dan / atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan.

2. Terkait dengan poin 1 (satu) diatas, dalam pengaturan ruang kepelabuhanan nasional telah diatur dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN), sesuai dengan keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia KP 432 Tahun 2017 Tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional.

3. Bahwa pelabuhan laut sebagai mana dimaksud secara hierarki terdiri atas:
a. Pelabuhan Utama
b. Pelabuhan Pengumpul
c. Pelabuhan Pengumpan Regional dan
d. Pelabuhan Pengumpan Lokal

4. Dengan ini berpedoman pada Rencana Induk Pelabuhan Nasional, bahwa Pelabuhan Sungailiat dan Pelabuhan Jelitik yang berlokasi di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sesuai dengan lampiran Rencana Induk Pelabuhan Nasional memiliki hierarki sebagai pengumpan lokal sampai dengan tahun 2037.

Demikian jawaban dan penjelasan yang disampaikan Sub Bagian Hubungan Masyarakat, Bagian Organisasi dan Hubungan Masyarakat. (Romlan)

Pos terkait