Sapta Q: ” Alhamdulillah Mediasi Seperti Gagasan KPAD Provinsi Babel”

  • Whatsapp
Salah seorang anak dibawah umur. Sumber foto: ist.

Proses mediasi pihak keluarga, KPAD Provinsi Babel, Polsek Payung Bangka Selatan, 12/09. Sumber foto: ist

KABARBANGKA.COM — Penyelesaian dan identifikasi kasus 5 orang anak yang diduga terlibat pencurian lada putih di wilayah Kabupaten Bangka Selatan, selesai lewat proses mediasi.

Bacaan Lainnya

Dalam siaran pers yang diterima redaksi, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (KPAD Babel), Sapta Qodria Muafi, SH, mengatakan anak bawah umur yang diduga sebagai pelaku, dan kelima-nya masih berstatus pelajar di sekolah setingkat SD,SMP, akhirnya dipulangkan ke rumah orangtuanya.

” Alhamdulillah tadi jam 00.30 wib, tepat hari Selasa dinihari, 12/09/2017, saya dan rombongan sampai di rumah, setelah berhasil dalam proses mediasi dengan Polsek Payung, Polres Bangka Selatan,” ucapnya.

Ia melanjutkan, bahwa KPAD Provinsi Babel tetap memberikan dorongan anak harus tetap sekolah. ” Kita mediasi, karena di salah satu sekolah, telah mengeluarkan anak tersebut lantaran terdengar info, terlibat kasus,” imbuhnya.

Mengingat akan hak anak seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tentang Perlindungan Anak, juga Peraturan Deerah tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak Nomor 8 tahun 2016, maka KPAD Provinsi Babel langsung responsif berupaya untuk mencegah, agar jangan sampai proses kasus mengganggu psikis anak.

” Yang harus kita kedepankan hak dasar anak yaitu pendidikan, dan tumbuh kembang anak bersama keluarga, dan masyarakat sekalian,” pungkasnya. (LH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan