Satpol PP Datang, Penjarah Pasir Di Buper Menghilang

  • Whatsapp
Tim Satpol PP Kabupaten Bangka merazia penjarah pasir di lahan Buper

KABARBANGKA.COM, BANGKA — Tim Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka yang di pimpin Kasi Tibum, Ahmad Suherman, merazia penjarah pasir di lahan Bumi Perkemahan Pemkab Bangka di Jalan Pramuka Kelurahan Surya Timur, Kecamatan Sungailiat, Kamis (21/06/2018) sekira pukul 09. 30 WIB pagi.

Diduga sudah bocor duluan, tim Satpol PP yang tiba dilokasi mendapat tidak ada aktivitas. Petugas hanya menemukan alat berat jenis Excavator merk CAT D320 warna kuning, yang diparkirkan dibelakang rumah warga. Padahal sekira sejam sebelumnya, terpantau aktivitas penjarahan pasir di lahan Buper itu masih berlangsung. Terlihat jelas dump truk keluar dari lokasi, dengan muatan penuh pasir.

Bacaan Lainnya

Kasat Pol PP Kabupaten Bangka Dalyan Amri, melalui Kasi Tibum Ahmad Suherman mengatakan, keadaan Buper sudah banyak yang berubah dan di penuhi Lobang – lobang besar menganga, juga patok – patok pembatas lahan seluas 23 hektar lebih itu sudah tidak ada lagi.

“Lokasi ini aset pemerintah daerah, dan ini penertiban kami yang kedua kalinya semenjak 2 bulan yang lalu. Banyak sekali yang berubah, banyak sekali lobang – lobang, yang mengambil pasir disini benar – benar berdosa,” ungkap Herman dengan nada kesal.

Meskipun terpantau beberapa mobil dum truck yang keluar masuk lokasi dan satu unit Excavator warna kuning terparkir tidak jauh dari lokasi yang dijarah, namun petugas Satpol PP tidak mengamankan apapun sebagai barang bukti.

Menurut Ahmad Suherman, alat berat dan dump truk yang berada dilokasi dalam keadaan tidak beroperasi, sehingga tidak bisa dibuktikan.

“Tidak ada bukti. Indikasi ada, jadi kita tidak bisa membuktikan,” kilahnya.

Disinggung mengenai temuan alat berat Excavator dan dump truck yang tidak diamankan tersebut, Ahmad Suherman menyatakan, bahwa pengusah pasir ini sakti mandraguna, dan seolah – olah tidak bisa di hukum.

” Tolonglah pengusaha yang bekingi jangan lagi lah, kayak sakti gak bisa dihukum. Bener lho! Saya lihat pengusaha yang menyuruh itu tidak bisa di hukum, sakti mandraguna,” jelas suherman.

Ia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Bangka, apabila kegiatan penjarahan pasir di lahan Buper ini masih berlanjut.

“Jadi kita pantau dulu, kalau nanti dia masih beroperasi, terpaksa kita razia gabungan dengan Polres Bangka,” tukasnya. (Ikrar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan