SEKDA BANGKA : AGRO BISNIS BISA MENJADI BRAND KABUPATEN BANGKA

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Sekda Bangka Fery Insani mengatakan, pembangunan tidak hanya dilihat dari sumber daya alam namun juga budaya sekitar.

Bacaan Lainnya

Hal itu dikatakan Sekda Bangka, Rabu ( 28/12 ) ketika membuka desiminasi peta mutu pendidikan dan rencana peningkatan mutu pendidikan wilayah kabupaten Bangka tahun 2016 berlangsung di ruang pertemuan Bina Praja Kantor Bupati Bangka.

Dijelaskannya, demikian pula dalam pembangunan bidang pariwisata, kebudayaan juga harus dikuatkan untuk keberhasilan pembangunan pariwisata.

Seperti yang dilakukan di pulau Belitung, diakui Sekda Bangka pembangunan pariwisata lebih maju bila dibandingkan dengan di kabupaten Bangka.

Menurut Sekda, keberhasilan yang dicapai Belitung harus diapresiasi dengan kemajuan yang cukup pesat diantaranya telah dibuka rute penerbangan Singapuran – Tanjung Pandan serta perkembangan lannya dari pembangunan pariwisata diantaranya Kulin3er, tranportasi dan sektor pendukung lainnya, termasuk juga promosi dari bumingnya film Laskar Pelangi.

Sedangkan di Kabupaten Bangka, dijelaskannya harus punya brand seperti yang menjadi unggul yakni dibidang agro bisnis, seprti visi Bupati Tarmizi Saat dan wakil bupati Rustamsyah, mewujudkan pertanian yang tangguh.

Dibidang agro bisnis, kebupaten Bangka didukung dengan memiliki 4 pabrik kelapa sawit dan dan akan selesai pembangunan 2 pabrik tapioka di Puding Besar dan kelurahan Kenanga.

“ Bila ini akan menjadi brand kabupaten Bangka maka brandnya Agro Bisnis, kita berhasil dibidang Agro, diantaranya karet, kelapa sawit, lada dan hasil pertanian lainnya yang harganya sudah mulai membaik,” ujarnya.

Dijelaskannya, bila brand kabupaten Bangka di bidang agro, daerah di Bangka Belitung dengan brand lainnya sehingga Bangka Belitung nantinya terpolarisasi dengan brand masing – masing di setiap kabupaten dan kota.

Disamping itu yang menjadi kekuatan Kabupaten Bangka yakni masyarakatnya yang multi etnis dengan toleransi kehidupan antar ummat beragama dan berbagai suku sudah berlangsung sejak lama sehingga sudah teruji.

“ Bila masyarakat Thiong Hoa merayakan Imlek masyarakat yang muslim dan agama lainnya juga turut mengunjungi warga yang sedang merayakan, begitupula sebaliknya, pembauran kita yang nomor satu,” tandas Sekda.

Usai membuka desiminasi peta mutu pendidikan dan rencana peningkatan mutu pendidikan wilayah kabupaten Bangka tahun 2016 yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Bangka Belitung, Sekda Bangka Fery Insani menandatangani komitmen peningkatan mutu pendidikan.(Rus/Humas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan