Seluruh Kecamatan di Kabupaten Bangka Punya KTM

  • Whatsapp

BANGKA — Untuk mengantisipasi penyebaran mata rantai Covid-19, seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka dibentuk Kampung Tegap Mandiri.

Dalam kesempatan itu, Boy Yandra selaku juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengatakan, setiap orang yang akan masuk ke kampung percontohon tersebut harus mengikuti protokol Covid-19.

“Setiap kecamatan telah dibentuk Kampung Tegep Mandiri oleh Polres Bangka, yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bangka dan tim Gugus Tugas Covid-19. Jadi setiap orang yang akan masuk ke desa percontohan itu harus menggunakan masker kemudian harus di termogun, scan, dan akan di periksa setiap tamu yang datang dan jika ada perkumpulan maka harus selalu menjaga jarak,” ungkap Boy Yandra, Kamis (25/6).

Ia mengatakan, hal itu ialah merupakan inovasi yang bagus dari Polres Bangka, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bangka.

“Ini adalah suatu inovasi yang bagus dari polda babel dan di teruskan oleh Polres Bangka, yang mana setiap kecamatan khusus di wilayah hukum Polres Bangka sudah menyiapkan kampung Tegep daripada Covid-19. Dimana setiap kecamatan sudah ada, yang pertama Kecamatan Sungailiat di Kelurahan Sri Menanti, Kecamatan Pemali di Desa Karya Makmur, Kecamatan Merawang di Desa Dwi Makmur, Kecamatan Mendo Barat di Desa Payabenua, Kecamatan Riau Silip di Desa Mapur, Kecamatan Puding Besar di Desa Labu, Kemudian di Kecamatan Belinyu ada dua, yaitu Desa Riding Panjang dan Kelurahan Remodong, sedangkan untuk kecamatan Bakam di Desa Mangka,” jelasnya.

Ia juga berharap, dengan adanya kampung tegep mandiri yang ada di Kabupaten Bangka ini, bisa membantu pemerintah dalam pemutusan mata rantai Covid-19.

“Mudah-mudahan dengan adanya Desa Tegap Covid-19 ini kita berharap ada Desa-desa lain yang bisa untuk membantu bagaimana untuk memutuskan mata rantai wabah daripada Covid-19 tersebut,” demikian Boy Yandra. (*)


Reporter : Sholihin || Editor : Romlan

Pos terkait